KLIKFAKTA38 – BLORA, Jawa Tengah — Fenomena geologi mud volcano (gunung lumpur) di kawasan wisata geologi Oro-oro Kesongo, Dukuh Sucen, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kembali bergejolak pada Jumat (7/8/2026) pagi. Semburan lumpur dan gas—yang oleh masyarakat setempat dikenal sebagai fenomena kurdo—tercatat meletup beberapa kali dengan ketinggian kolom material mencapai 10 hingga 15 meter dari permukaan kawah.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian dan kesaksian warga di lokasi kejadian, letupan mulai terjadi sejak pagi hari secara beruntun:
Letupan Pertama (06.30 WIB): Semburan awal meluncur hingga ketinggian 10–15 meter.
Letupan Kedua (06.50 WIB): Letupan susulan terjadi sekitar 20 menit setelah letupan pertama.
Letupan Ketiga (07.15 WIB): Aktivitas dilanjutkan dengan durasi rata-rata tiap letupan berkisar 2–5 menit.
Hingga Siang Hari: Terdata sedikitnya 5 hingga 9 kali letupan dengan intensitas sedang sampai tinggi.
Kapolsek Jati, AKP Suyadi, mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Namun, otoritas setempat segera mengambil tindakan preventif guna mengamankan kawasan.
“Semburan kali ini masih berskala relatif sedang. Tidak ada korban jiwa, tetapi personel telah dikerahkan untuk memasang garis polisi di sekitar area kawah agar tidak ada warga atau wisatawan yang mendekat,” ujar Kapolsek Jati AKP Suyadi.
Beracun dan Imbauan Pemerintah
Pemerintah Kabupaten Blora bersama BPBD Blora mengimbau warga desa sekitar untuk tidak melakukan aktivitas penggembalaan ternak maupun bertani di sekitar radius berbahaya.
Lumpur yang disemburkan dari perut bumi Oro-oro Kesongo umumnya membawa kandungan gas metana (\text{CH}_4) dalam konsentrasi tinggi serta senyawa gas beracun lainnya yang bersifat menyengat dan mudah terbakar.
Parameter – Keterangan Kejadian
Lokasi – Oro-oro Kesongo, Dukuh Sucen, Desa Gabusan, Kec. Jati, Blora
Waktu Kejadian – Jumat, 7 Agustus 2026 (Mulai 06.30 WIB)
Ketinggian Semburan10 – 15 meter
Jumlah Letupan5 – 9 kali letupan
Kandungan Utama -Lumpur, air, dan gas metana (\approx 78\%)
Abduh Hanif MR



















