Menu ✖

Otomatis
FAKTA TERKINI

Fakta Utama

Polisi Minta Maaf atas Tewasnya Driver Ojol dalam Tragedi Demo DPR, 7 Anggota Diamankan

badge-check

Polisi Minta Maaf atas Tewasnya Driver Ojol dalam Tragedi Demo DPR, 7 Anggota Diamankan Perbesar

KLIKFAKTA38 – Jakarta – Kepolisian RI menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik atas tewasnya seorang driver ojek online (ojol) dalam tragedi aksi demonstrasi di depan Gedung DPR, Jakarta, yang berujung ricuh. Insiden tersebut terjadi ketika aparat melakukan pengamanan massa aksi pada Kamis [28/8].

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan pihaknya menyesalkan peristiwa tersebut dan menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. “Kami meminta maaf kepada masyarakat, khususnya keluarga almarhum. Kami pastikan kasus ini diproses secara transparan dan tuntas,” ujarnya di Mabes Polri, Kamis[28/8].

Dalam insiden itu, korban yang diketahui tengah melintas di sekitar lokasi aksi terkena imbas bentrokan dan dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami luka serius terlindas mobil rantis polisi. Kejadian ini memicu kecaman luas dari berbagai kalangan, termasuk organisasi masyarakat sipil dan komunitas driver ojol.

Polri mengumumkan bahwa tujuh personel kepolisian yang diduga terlibat langsung telah diamankan oleh Divisi Propam untuk menjalani pemeriksaan intensif. “Mereka sudah ditetapkan sebagai terperiksa. Jika terbukti bersalah, akan ada sanksi tegas baik etik maupun pidana,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Trunoyudo Wisnu Andiko.

Sementara itu, massa ojek online berencana menggelar doa bersama sekaligus aksi damai menuntut keadilan di lokasi kejadian. “Kami ingin kasus ini diusut tuntas, jangan ada lagi korban rakyat kecil dalam aksi-aksi seperti ini,” ujar Ketua Komunitas Ojol Bersatu, Andi Saputra.

Lembaga bantuan hukum dan Komnas HAM juga telah menyatakan akan memantau perkembangan kasus ini, termasuk meneliti indikasi pelanggaran prosedur dalam penggunaan kekuatan oleh aparat saat mengurai massa aksi.

Kasus ini menambah daftar panjang peristiwa kekerasan dalam demonstrasi yang melibatkan aparat keamanan. Publik kini menanti komitmen Polri dalam menegakkan akuntabilitas dan memastikan peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Usai Pawai Budaya Tingkat SD, Video Penampilan SDN 1 Taliwang Ditonton 7 Ribuan Kali dan Tuai Beragam Komentar

23 Okt 2026 - 20:13 WIB

Usai Pawai Budaya Tingkat SD, Video Penampilan SDN 1 Taliwang Ditonton 7 Ribuan Kali dan Tuai Beragam Komentar

Ringankan Beban Jobseeker, Pemprov DKI Gratiskan Transportasi Publik Mulai 1 Januari 2027

23 Okt 2026 - 04:31 WIB

Ringankan Beban Jobseeker, Pemprov DKI Gratiskan Transportasi Publik Mulai 1 Januari 2027

Kabut Asap Karhutla di Sumsel Kian Pekat: Jarak Pandang Terbatas, Warga Keluhkan Gangguan Pernapasan

23 Okt 2026 - 04:28 WIB

Kabut Asap Karhutla di Sumsel Kian Pekat: Jarak Pandang Terbatas, Warga Keluhkan Gangguan Pernapasan

Eks Pangdam Letjen TNI Widi Prasetijono Dituntut 10 Tahun Penjara dan Pemecatan dari Dinas Militer dalam Kasus Korupsi Lahan BUMD Cilacap

23 Okt 2026 - 04:25 WIB

Eks Pangdam Letjen TNI Widi Prasetijono Dituntut 10 Tahun Penjara dan Pemecatan dari Dinas Militer dalam Kasus Korupsi Lahan BUMD Cilacap

Sinergi Polri dan BNN Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Belawan, 8 Orang Ditangkap

23 Okt 2026 - 04:22 WIB

Sinergi Polri dan BNN Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Belawan, 8 Orang Ditangkap
Trending di Fakta Utama