KLIKFAKTA38 – KOHAT — Gelombang kekerasan kelompok militan kembali mengguncang wilayah barat laut Pakistan. Sebuah serangan bom bunuh diri yang diikuti kontak tembak sengit menghantam area masjid di dalam kompleks markas kepolisian Old Police Lines, Kohat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, pada Jumat, 18 September 2026. Insiden berdarah ini mengakibatkan sedikitnya 31 orang tewas dan lebih dari 100 orang lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa tersebut terjadi saat personel kepolisian beserta keluarga mereka tengah berkumpul untuk melaksanakan ibadah shalat Jumat. Menurut keterangan pejabat kepolisian setempat, pelaku memacu kendaraan berisi bahan peledak (VBIED) dan menabrakkan diri ke dinding gerbang luar kompleks yang berbatasan langsung dengan area masjid.
Ledakan dahsyat tersebut meruntuhkan sebagian struktur bangunan masjid dan menimbulkan kehancuran parah di sekitarnya. Tak lama setelah ledakan, sejumlah anggota militan bersenjata api merangsek masuk ke dalam kompleks fasilitas Counter-Terrorism Department (CTD) dan Special Branch, memicu baku tembak sengit dengan aparat keamanan yang berlangsung hingga Sabtu (19/9/2026).
Korban tewas mencakup setidaknya 16 personel kepolisian, termasuk perwira tinggi CTD setempat, serta beberapa warga sipil. Puluhan korban luka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis, langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan darurat.
Kelompok militan lokal Ittehad-ul-Mujahideen Pakistan (IMP), yang memiliki keterkaitan dengan fraksi Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), mengklaim bertanggung jawab atas serangan terkoordinasi tersebut.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengecam keras aksi teror ini dan memerintahkan investigasi menyeluruh serta penanganan medis maksimal bagi para korban. Sementara itu, Presiden Asif Ali Zardari menegaskan komitmen pemerintah untuk menumpas habis jaringan terorisme yang mengancam stabilitas keamanan nasional.
Abduh Hanif MR



















