KLIKFAKTA38 – MAKKAH — Wilayah udara di sekitar Kota Suci Makkah sempat berada dalam status siaga tinggi setelah Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi mengeluarkan peringatan serangan udara darurat bagi kawasan Makkah, Jeddah, dan Taif. Status siaga tinggi di Makkah, Jeddah, dan Taif terjadi pada Selasa, 15 September 2026.
Langkah ini diambil menyusul peningkatan eskalasi serangan lintas batas menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) yang diluncurkan oleh milisi Houthi dari Yaman.
Koalisi militer Arab Saudi melaporkan bahwa sebuah drone yang mengarah ke wilayah Makkah berhasil dicegat dan dihancurkan oleh sistem pertahanan udara udara sebelum memasuki zona terlarang kota suci.
Puing-puing dari kehancuran drone tersebut dilaporkan jatuh di wilayah selatan Makkah tanpa menimbulkan korban jiwa atau kerusakan infrastruktur sipil yang berarti.
Ketegangan Regional MeningkatInsiden ini terjadi dalam rangkaian serangan udara masif yang diluncurkan dari Yaman, yang sebelumnya sempat menghantam pangkalan udara King Khalid di Khamis Mushait serta jalur pipa minyak strategis di wilayah selatan Arab Saudi.
Akibat serangan di sektor energi tersebut, otoritas Saudi sempat menutup sementara operasional pipa minyak utama guna mitigasi keamanan.
Munculnya peringatan keamanan di wilayah Makkah langsung memicu kekhawatiran global mengingat status kota tersebut sebagai pusat ibadah jutaan jemaah dari seluruh dunia. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan perwakilan asing di Arab Saudi segera memantau situasi secara intensif dan merilis imbauan keamanan agar warga negara asing tetap waspada dan mematuhi instruksi otoritas lokal.
Bantahan Pihak HouthiDi sisi lain, kelompok Houthi (Ansar Allah) melalui juru bicara militernya dengan tegas membantah bahwa mereka sengaja menargetkan Kota Suci Makkah maupun Madinah.
Melalui kantor berita Saba, perwakilan Houthi menyatakan bahwa operasi militer mereka murni diarahkan pada instalasi militer dan infrastruktur energi strategis milik Arab Saudi, serta menyebut peringatan darurat di Makkah sebagai bentuk propaganda.
Hingga saat ini, situasi di Makkah dan Madinah dilaporkan telah kembali kondusif, dan aktivitas ibadah tetap berjalan normal di bawah pengawasan ketat aparat keamanan. Otoritas Arab Saudi menegaskan bahwa sistem pertahanan udara mereka tetap berada dalam kesiapan penuh untuk menetralisir segala bentuk ancaman kedaulatan di masa mendatang.
Abduh Hanif MR



















