Tampil Unik namun Kontroversial: Selebgram Berhijab Soroti Tren Roti “Bentuk Sensual”, Ingatkan Pentingnya Adab

KLIKFAKTA38 – JAKARTA, 5 Juli 2026 — Sebuah unggahan video dari seorang konten kreator dan selebgram berhijab yang bernama Bunda Erlyanie tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Dalam video berdurasi singkat yang mendadak viral tersebut, ia melontarkan kritik terbuka terhadap tren produk kuliner roti berbentuk tak biasa yang dinilai terlalu menyerupai organ intim perempuan.

Meski dibawakan dengan nada santai dan bahasa yang lugas, pesan utama yang disampaikan menuai banyak dukungan dari warganet: kreativitas dalam berbisnis kuliner tetap harus memiliki batasan etika dan adab.

banner 325x300

Makanan “Berbulu” yang Memicu Perdebatan

Fenomena ini bermula dari munculnya salah satu produk olahan roti pastery dengan tekstur luar menggunakan taburan abon atau serat manis yang didesain sedemikian rupa. Sayangnya, tampilan visual serta teknik penyajiannya dinilai sejumlah pihak terlalu eksplisit dan mengarah pada sensualitas yang tidak perlu. Sampai sampai semakin banyak influencer yang ikut memviralkan roti berbulu tersebut.

Baca juga: TNI AL Gagalkan Penyelundupan 3,5 Ton Pasir Timah Rp1,3 Miliar di Perairan Bangka

Tanggapan Publik: Antara Seni dan Etika

Kelompok Pro-Etika: Menegaskan bahwa makanan memiliki kedudukan yang dihormati dalam budaya lokal maupun agama. Inovasi visual tidak boleh mengorbankan nilai kesopanan (decorum).

Kelompok Pro-Kreativitas: Sebagian kecil pelaku usaha beralasan bahwa bentuk tersebut hanyalah strategi pemasaran (marketing gimmick) untuk menarik perhatian pasar anak muda dan menciptakan sensasi viral.

Para pengamat etika bisnis pun turut menyuarakan pendapatnya. Mereka mengingatkan bahwa strategi shock marketing atau menggunakan bentuk-bentuk vulgar memang cepat menarik perhatian, tetapi berisiko merusak reputasi jangka panjang dan merendahkan standar estetika produk itu sendiri.

Pentingnya Menjaga Kesantunan dalam Berinovasi

Melalui kritik yang disampaikan secara santun namun tegas ini, fenomena “roti kontroversial” tersebut diharapkan menjadi evaluasi bersama bagi para pelaku UMKM dan kreator kuliner.

Kreativitas tanpa batas memang menjadi kunci dalam dunia bisnis modern, namun menjaga adab, kesopanan visual, serta rasa hormat terhadap konsumen tetaplah nilai utama yang tidak boleh ditinggalkan.

 

 

Penulis: Yuyun IriyantiEditor: Hengki Revandi