Hari ke-1.174 Perang Rusia-Ukraina: Gencatan Senjata Mandek, Pertempuran Tetap Berkecamuk

Istanbul dijanjikan sebagai panggung damai, tapi medan tempur bicara sebaliknya.

KLIKFAKTA38 – Istanbul, 13 Mei 2025.

Ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina kembali memuncak pada hari ke-1.174 sejak invasi dimulai. Gencatan senjata yang diusulkan negara-negara Barat belum direspons positif oleh Moskow, sementara pertempuran di medan terus berlangsung.

banner 325x300

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah mengusulkan pertemuan langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istanbul, Turki, yang dijadwalkan Kamis mendatang. Jika terwujud, ini akan menjadi pertemuan pertama keduanya sejak Desember 2019.

Namun hingga berita ini ditulis, Kremlin belum memberikan konfirmasi resmi.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan kemungkinan hadir dalam perundingan tersebut. “Saya sedang mempertimbangkan untuk terbang ke Istanbul. Jika saya merasa bisa terjadi sesuatu, mungkin saya akan datang,” ujar Trump seperti dikutip Reuters.

Dari pihak diplomatik, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengadakan panggilan konferensi dengan pejabat Ukraina dan Eropa guna membahas peta jalan menuju gencatan senjata. Bloomberg melaporkan bahwa Eropa akan menekan Amerika untuk menjatuhkan sanksi baru jika Putin tak hadir atau menolak proposal damai.

Jerman turut menyiapkan sanksi lanjutan sebagai bentuk tekanan tambahan terhadap Moskow.

Namun situasi di medan pertempuran menunjukkan sebaliknya. Ukraina mencatat 133 bentrokan dengan pasukan Rusia di sepanjang garis depan hingga Senin malam. Pertempuran sengit dilaporkan terjadi di Donetsk (Ukraina timur) dan Kursk (wilayah Rusia barat).

“Penembakan dan serangan Rusia terus berlanjut. Moskow tetap diam soal usulan pertemuan. Keheningan yang mencurigakan,” ujar Zelenskyy dalam pidatonya.

Moskow menilai seruan gencatan senjata hanya sebagai alasan Barat untuk memberi waktu Ukraina memperkuat militernya.

Hingga kini, belum ada tanda pasti bahwa diplomasi akan menggantikan senjata. Semua mata tertuju ke Istanbul, akankah Kamis jadi awal damai, atau sekadar babak baru dari drama panjang ini?