KLIKFAKTA38 – Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menindak tegas perusahaan-perusahaan yang terbukti melanggar aturan, merugikan negara, serta mengabaikan kepentingan rakyat. Salah satu langkah yang akan diambil pemerintah adalah pencabutan izin usaha terhadap perusahaan yang dinilai “nakal”.
Penegasan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam pernyataannya di hadapan jajaran menteri dan pemangku kepentingan, sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan dan penegakan hukum di sektor strategis nasional.
“Negara tidak boleh kalah. Perusahaan yang melanggar hukum, merusak lingkungan, atau hanya mengejar keuntungan tanpa tanggung jawab sosial akan kami tindak tegas. Izin usaha bisa dan akan dicabut,” tegas Prabowo.
Presiden menekankan bahwa pemerintah tidak anti terhadap investasi, namun menuntut kepatuhan penuh terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menurutnya, investasi yang sehat adalah investasi yang memberi manfaat bagi rakyat, menciptakan lapangan kerja, serta menjaga kelestarian lingkungan.
Prabowo juga menginstruksikan kementerian terkait untuk tidak ragu mengambil langkah hukum terhadap perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran serius, termasuk manipulasi data, pengemplangan kewajiban, hingga perusakan sumber daya alam.
“Kita ingin pembangunan yang adil dan berkelanjutan. Tidak boleh ada pihak yang memperkaya diri sendiri dengan mengorbankan bangsa dan negara,” ujarnya.
Kebijakan ini dipandang sebagai sinyal kuat pemerintahan Prabowo dalam menegakkan disiplin usaha sekaligus membersihkan praktik-praktik bisnis yang selama ini dinilai merugikan negara. Pemerintah memastikan pengawasan akan diperketat dan penindakan dilakukan secara transparan serta berkeadilan.














