PBNU Nilai Keputusan Indonesia Gabung Board of Peace Tepat untuk Perjuangan Palestina

KLIKFAKTA38 – Jakarta, 30 Januari 2026 — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan dukungannya atas keputusan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang membawa Indonesia bergabung dalam Board of Peace (Dewan Perdamaian), sebuah inisiatif yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump di sela pertemuan World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyampaikan penilaiannya secara langsung dalam konferensi pers di Jakarta pada Jumat [30/1]. Menurut Gus Yahya, keputusan tersebut merupakan langkah strategis dan tepat karena didasari oleh komitmen Indonesia untuk terus memperjuangkan hak dan nasib rakyat Palestina di forum internasional.

banner 325x300

“Keputusan Presiden untuk bergabung dalam Board of Peace ini saya kira adalah keputusan yang tepat berdasarkan komitmen yang abadi untuk membantu Palestina,” ujar Gus Yahya.

Alasan PBNU Mendukung Keputusan

Dalam penilaiannya, PBNU memaparkan sejumlah alasan yang mendasari dukungan mereka:

PBNU menilai bahwa Board of Peace dapat menjadi ruang diplomasi strategis demi masa depan rakyat Palestina.

Gus Yahya juga mengakui bahwa keikutsertaan Indonesia di Board of Peace memang dipandang kontroversial oleh sebagian kalangan masyarakat Indonesia, namun menurutnya tantangan terbesar adalah bagaimana negara menunjukkan dukungan yang efektif dan konkret terhadap perjuangan Palestina di arena internasional.

Baca juga: Komdigi Hapus 2,7 Juta Konten Negatif, 2 Juta Di antaranya Judi Online

Konteks Internasional & Kritik Publik

Langkah pemerintah Indonesia bergabung dalam Board of Peace — yang juga melibatkan pemimpin negara lain — telah menarik beragam respons. Pemerintah Indonesia, melalui Menteri Luar Negeri Sugiono, menyatakan bahwa keputusan ini selaras dengan politik luar negeri bebas aktif dan tidak akan menggantikan peran PBB dalam isu Gaza, tetapi menjadi tambahan konkrit dalam usaha perdamaian.

Namun, ada kalangan yang tetap mengkritik atau meragukan efektivitas Board of Peace, mempertanyakan apakah inisiatif yang diprakarsai Trump bisa benar-benar memberikan dampak signifikan dan sesuai dengan kebijakan luar negeri Indonesia. Tulisan opini maupun perdebatan ini turut memicu diskursus luas di media sosial dan publik.

Kesimpulan

PBNU, melalui ketua umumnya, menilai bahwa bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace merupakan keputusan yang tepat karena dianggap dapat memperkuat komitmen Indonesia dalam memperjuangkan hak dan perdamaian bagi rakyat Palestina di panggung dunia. Dukungan ini datang meskipun keputusan tersebut dipandang kontroversial oleh sebagian masyarakat dan tokoh lain.

 

 

Penulis: Yuyun IriyantiEditor: Hengki Revandi