“Kami sempat panik karena baunya sangat tajam. Beberapa tetangga mulai mual, muntah-muntah, dan sesak napas, terutama anak-anak dan lansia,” ujar Wawan, salah satu warga terdampak.
Dampak Kesehatan dan Evakuasi
Berdasarkan data terbaru dari Pemerintah Kota Cilegon:
58 orang dilaporkan mengalami sesak napas.
46 warga sempat dievakuasi menggunakan ambulans ke Puskesmas Grogol dan RS terdekat untuk mendapatkan bantuan oksigen.
Hingga Senin [2/2/2026], mayoritas warga telah diperbolehkan pulang, namun pemantauan kesehatan tetap dilanjutkan oleh Dinas Kesehatan.
Penyebab: Bukan Kebocoran Tangki?
Wali Kota Cilegon, Robinsar, yang meninjau lokasi bersama Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Silitonga, menyatakan bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada kebocoran pada pipa maupun tangki penyimpanan utama.
“Uap oranye tersebut diduga berasal dari reaksi kimia sisa material (kemungkinan base oil dan asam nitrat) di saluran penampungan saat proses pembersihan atau operasional rutin, bukan kebocoran tangki,” jelas Robinsar dalam keterangan resminya.
Meski demikian, pihak PT Vopak Terminal Merak melalui perwakilannya memastikan telah melakukan mitigasi dan mengklaim kondisi udara sudah kembali aman setelah dilakukan sterilisasi oleh tim safety perusahaan.
Langkah Pemerintah
Sebagai respons atas kejadian ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon telah mengambil langkah tegas:
Pemasangan alat pemantau kualitas udara di empat titik strategis sekitar pabrik.
Uji laboratorium terhadap sampel udara dan sisa material yang memicu uap tersebut.
Evaluasi SOP: Wali Kota meminta perusahaan mendata seluruh korban dan meningkatkan standar keamanan guna mencegah insiden serupa terulang kembali di masa depan.














