Klikfakta38 – Gunungsitoli, Kota gunungsitoli tidak sedang kekurangan potensi. Yang kurang hari ini adalah keberanian untuk bertindak. Di tengah semakin sempitnya lapangan pekerjaan, meningkatnya pengangguran anak muda, dan melemahnya daya beli masyarakat, Yusman Dawolo, yang akrab disapa Bang YD, menyampaikan sikap tegas: kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
Menurutnya, persoalan ekonomi yang tidak tertangani akan menjalar menjadi persoalan sosial.
“Ketika perut lapar dan tidak ada pekerjaan, orang bisa kehilangan arah. Ini bukan sekadar isu ekonomi, ini menyangkut masa depan dan stabilitas sosial,” tegasnya hari ini Senin (04/05/25).
Bang YD menilai, pendekatan pembangunan yang berjalan saat ini harus dikoreksi. Pemerintah tidak cukup hanya menjalankan rutinitas, tetapi harus mampu menghadirkan solusi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kita tidak butuh pemimpin yang hanya pandai menjelaskan masalah. Kita butuh pemimpin yang mampu menciptakan lapangan kerja,” ujarnya.
Sebagai bentuk keseriusan, ia menawarkan arah kebijakan yang jelas: membangun mesin pencipta kerja berbasis potensi lokal. Sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan UMKM harus menjadi fondasi utama dalam strategi pembangunan daerah.
Dalam jangka pendek, Bang YD mendorong program konkret:
“1000 UMKM Naik Kelas” dalam 1 tahun.
Program ini mencakup pelatihan, pendampingan, serta akses pasar dan pembiayaan.
“Kalau satu UMKM bisa menyerap minimal tiga tenaga kerja, maka kita bisa menciptakan 3.000 lapangan kerja. Ini realistis, bukan janji,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan nilai tambah produk lokal. Selama ini, banyak hasil produksi dijual dalam bentuk mentah dengan nilai ekonomi rendah.
“Kita harus berhenti menjual bahan mentah. Ikan bisa diolah, hasil pertanian bisa dikemas, kelapa bisa jadi produk bernilai tinggi. Nilainya bisa naik berkali lipat,” katanya.
Menurutnya, strategi ini akan langsung berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat.
“Targetnya jelas: dalam satu tahun, pendapatan rumah tangga harus bisa naik signifikan. Ini soal keberpihakan,” tambahnya.
Untuk jangka menengah, ia mendorong pengembangan sektor peternakan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Namun, lebih dari sekadar program, Bang YD menegaskan bahwa inti dari perubahan adalah kepemimpinan.
“Kalau ada kemauan, pasti ada jalan. Kalau benar peduli, pasti ada terobosan. Tapi kalau hanya mencari alasan, maka masalah ini tidak akan pernah selesai.”
Ia juga mengingatkan bahwa keterbatasan anggaran bukan alasan untuk berhenti bergerak.
“Daerah tidak boleh terus bergantung. Kita harus mandiri, kreatif, dan berani mengambil keputusan,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Bang YD menyampaikan pesan yang kuat:
“Gunungsitoli butuh pemimpin yang hadir untuk rakyat, bekerja untuk rakyat, dan berani mengambil tanggung jawab untuk masa depan, dengan bersungguh-sungguh membuka lapangan pekerjaan”.
F.D














