Drama di Atlanta: Comeback Gila Argentina Kubur Impian Inggris, Sang Juara Bertahan Melaju ke Final Tantang Spanyol

KLIKFAKTA38 – ATLANTA — Tim nasional Argentina kembali menunjukkan Drama di Atlanta: Comeback Gila Argentina Kubur Impian Inggris, Sang Juara Bertahan Melaju ke Final Tantang Spanyol mentalitas juara yang tak tergoyahkan. Sempat tertinggal lebih dulu, sang juara bertahan La Albiceleste sukses membalikkan kedudukan secara dramatis untuk menumbangkan Inggris dengan skor tipis 2-1 dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 yang berlangsung panas di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta 15 Juli 2026 tengah malam.

Kemenangan epik ini mengantarkan sang kapten, Lionel Messi, dan kawan-kawan melangkah ke partai final untuk menantang raksasa Eropa, Spanyol. Pertandingan puncak perebutan takhta tertinggi sepak bola dunia tersebut dijadwalkan berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, pada Minggu waktu setempat atau Senin (20/7/2026) dini hari WIB.

banner 325x300

Jalannya Pertandingan: Tensi Tinggi Sejak Menit Awal

Pertemuan dua rival klasik ini langsung menyajikan atmosfer yang sarat akan tekanan politik dan sejarah olahraga sejak peluit pertama dibunyikan. Baru berjalan tiga menit, ketegangan antar pemain langsung pecah di tengah lapangan menyusul pelanggaran keras Enzo Fernandez terhadap gelandang Inggris, Elliot Anderson.

Inggris, yang tampil berani di bawah taktik bermain terbuka, sukses meredam serangan-serangan sporadis Argentina sepanjang babak pertama. Kedua tim sempat kesulitan membongkar pertahanan satu sama lain hingga turun minum tanpa ada gol yang tercipta.

Kebuntuan akhirnya pecah di babak kedua. Pada menit ke-55, publik Inggris bergemuruh ketika Anthony Gordon berhasil menyarangkan bola ke gawang Emiliano Martinez memanfaatkan skema serangan yang ciamik. Skor 1-0 untuk keunggulan The Three Lions.

Sihir Messi dan Epic Comeback di Menit Akhir

Saat laga menyisakan 10 menit terakhir dan asa Inggris untuk ke final tampak di depan mata, Argentina justru menolak menyerah. Sang megabintang Lionel Messi keluar sebagai arsitek kebangkitan dengan visi bermainnya yang magis.

Menit ke-85 (Gol Penyeimbang): Umpan akurat terukur dari Lionel Messi berhasil dikonversi dengan sempurna oleh gelandang Chelsea, Enzo Fernandez, untuk mengubah papan skor menjadi 1-1.

Menit ke-90+2 (Gol Kemenangan): Di masa injury time yang mendebarkan, stadion kembali bergemuruh. Berawal dari umpan matang kedua dari Messi, striker pengganti Lautaro Martinez melepaskan tembakan mematikan yang merobek jala Jordan Pickford sekaligus mengunci kemenangan dramatis 2-1 bagi Argentina.

Inggris mencoba melakukan pergantian darurat dengan memasukkan Ivan Toney dan Marcus Rashford di sisa detik pertandingan, namun lini pertahanan kokoh yang dikawal Cristian Romero cs berhasil mempertahankan keunggulan hingga wasit meniup peluit panjang.

Baca juga: Kejagung Alihkan Status Febri Ardiansyah Kasus Tindak Pidana Kasus Polisi Menjadi Saksi

Menuju Partai Puncak: Ulangan Final Ideal

Dengan hasil ini, impian Inggris untuk membawa sepak bola “pulang ke rumah” harus kandas dan mereka dipaksa untuk melakoni laga perebutan tempat ketiga melawan Prancis.

Sementara itu, Argentina kini membidik sejarah besar untuk mempertahankan trofi emas mereka di laga final melawan Spanyol, yang sebelumnya sukses menyingkirkan Prancis dengan skor 2-0. Pertandingan akbar bertajuk “Messi vs Generasi Emas La Roja” ini diprediksi akan menjadi salah satu final paling ikonik dalam sejarah sepak bola modern.

 

 

Penulis: Yuyun IriyantiEditor: Hengki Revandi