KLIKFAKTA38 – Jakarta, 22 Januari 2026 — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah menyelesaikan kunjungan kerjanya ke Inggris dan kembali ke tanah air dengan membawa sejumlah komitmen strategis yang diharapkan berdampak langsung bagi perekonomian nasional. Di antara capaian utama kunjungan itu ialah **komitmen investasi dari Inggris senilai £4 miliar atau sekitar Rp 90 triliun, yang disebut sebagai “oleh-oleh” dari lawatan tersebut.
Hasil Pertemuan Dua Negara
Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, sepanjang berada di Inggris, Prabowo menggelar sejumlah pertemuan bilateral penting, termasuk dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Raja Charles III. Dari pertemuan itu tercapai tiga kesepakatan strategis: investasi puluhan triliun, penguatan kerja sama maritim, dan kolaborasi pendidikan tinggi.
Investasi senilai ±Rp 90 Triliun
Komitmen investasi itu berasal dari janji investasi pihak Inggris dalam berbagai sektor, terutama pembangunan industri maritim serta peluang kerja sama ekonomi lain yang mendukung agenda pertumbuhan Indonesia.
Kerja sama maritim dan industri kapal
Salah satu hasil konkrit kesepakatan adalah proyek pembangunan 1.582 kapal nelayan yang akan diproduksi dan dirakit di Indonesia — langkah yang diprediksi akan membuka puluhan hingga ratusan ribu lapangan kerja di sektor perkapalan dan turunannya.
Pendidikan dan sumber daya manusia
Dalam lawatan tersebut, Prabowo juga memperkuat kerja sama di bidang pendidikan tinggi dengan universitas-universitas terkemuka Inggris, yang diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui program pertukaran, kolaborasi riset, dan pendirian kampus bermitra.
Signifikansi dan Dampak
Pemerintah menekankan bahwa kunjungan kenegaraan kali ini bukan sekadar agenda protokoler, tetapi diarahkan pada pencapaian hasil yang nyata dan berdampak langsung ke rakyat. Komitmen investasi dan kerja sama yang diperoleh diproyeksikan memberi dorongan signifikan pada sektor ekonomi strategis, membuka peluang kerja, dan meningkatkan kapasitas industri nasional.
Prabowo kini melanjutkan agenda internasional lainnya setelah lawatan ke Inggris, dengan tujuan memperluas jaringan kerja sama bilateral dan multilateral demi mendukung target pembangunan nasional.














