KLIKFAKTA38 19 Oktober 2026- PHNOM PENH, KOMPAS / REUTER — Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh mencatat sedikitnya 1.201 Warga Negara Indonesia (WNI) masih berada di berbagai fasilitas detensi imigrasi Kamboja hingga pertengahan Oktober 2026. KBRI terus mengintensifkan koordinasi dengan pihak otoritas setempat guna mempercepat proses pendampingan hukum dan fasilitas pemulangan para WNI ke Tanah Air.
Lonjakan jumlah WNI di tempat detensi imigrasi terjadi seiring keputusan Pemerintah Kamboja memberlakukan larangan operasional perjudian daring (online gambling) yang diiringi perluasan penindakan terhadap sindikat penipuan daring (online scamming).
Penyebab dan Situasi Terkini
Dampak Penertiban: Tindakan tegas otoritas Kamboja terhadap sektor judi dan penipuan daring membuat puluhan ribu pekerja asing—termasuk dari Indonesia—terjaring dalam penertiban hukum dan harus berhadapan dengan aturan imigrasi tempatan.
Jumlah Pengaduan: Sepanjang Januari hingga pertengahan Oktober 2026, KBRI Phnom Penh mencatat sebanyak 13.574 WNI eks pekerja jaringan penipuan dan perjudian daring mendaftarkan permohonan bantuan kepulangan.
Realisasi Pemulangan: Dari total pengaduan tersebut, sebanyak 8.640 WNI berhasil difasilitasi dan dipulangkan secara bertahap ke Indonesia.
Langkah Bantuan KBRI Phnom Penh
KBRI Phnom Penh mengonfirmasi bahwa kondisi para WNI di fasilitas detensi—seperti Detensi Imigrasi Bati—secara umum dalam keadaan baik dan terpenuhi kebutuhan dasarnya. Langkah konkret yang sedang dijalankan meliputi:
Pendampingan Konsuler: Petunjuk dan pendampingan dokumen perjalanan (SPLP) diberikan kepada WNI yang tidak memiliki paspor aktif.
Koordinasi Pembebasan Denda: KBRI terus bernegosiasi dengan Otoritas Imigrasi Kamboja terkait penyelesaian administrasi pelanggaran masa tinggal (overstay) agar proses pemulangan dapat diselesaikan tanpa hambatan berkepanjangan.
Edukasi dan Imbauan: Pemerintah Indonesia mengimbau keras masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja di luar negeri tanpa prosedur legal yang jelas guna mencegah terjadinya kasus serupa di masa mendatang.
“KBRI Phnom Penh berkomitmen untuk terus berkoordinasi secara erat dengan pihak otoritas Kamboja demi memberikan perlindungan kekonsuleran secara maksimal serta mengupayakan kepulangan para WNI secara aman dan proporsional sesuai regulasi yang berlaku.” — Keterangan Resmi KBRI Phnom Penh



















