KLIKFAKTA38 – BOGOR — Aksi konvoi ratusan suporter Persib Bandung yang memadati kawasan Tugu Kujang, Kota Bogor, pada Kamis malam 6 Agustus 2026 berujung ricuh dan mengganggu ketertiban umum. Tak hanya memicu kemacetan parah di pusat kota, aksi perayaan tersebut juga berdampak pada kerusakan di area fasilitas publik kawasan Tepas Salapan Lawang Dasakreta.
Massa yang berkonvoi menggunakan sepeda motor dan mengibarkan bendera tim kesayangan mereka menjejali ruas jalan utama sejak Kamis malam. Kepadatan kendaraan membuat arus lalu lintas di sekitar Sistem Satu Arah (SSA) Tugu Kujang lumpuh total selama beberapa jam.
Selain memicu kemacetan panjang, ugal-ugalan dan aksi kurang tertib dari oknum suporter juga mengakibatkan fasilitas umum di area Tepas Salapan Lawang Dasakreta—salah satu ikon landmark Kota Bogor—mengalami kerusakan.
Sikap Tegas Wali Kota Bogor
Menanggapi insiden tersebut, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyayangkan perbuatan oknum suporter yang tidak bertanggung jawab. Ia menegaskan bahwa perayaan atau euforia pendukung olahraga seharusnya dilakukan secara santun tanpa merugikan warga dan merusak fasilitas publik.
“Seharusnya tidak merusak fasilitas umum, apalagi sedang kita siapkan untuk rangkaian HUT RI ke-81,” tegas Dedie A. Rachim saat dimintai keterangan terkait peristiwa tersebut.
Dedie menambahkan bahwa Pemerintah Kota Bogor saat ini tengah mempercantik dan menyiapkan berbagai fasilitas kota untuk menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kerusakan yang terjadi akibat aksi konvoi ini dipastikan mengganggu persiapan yang sedang berjalan.
Pihak Pemkot Bogor bersama aparat kepolisian setempat kini tengah berkoordinasi untuk melakukan pendataan kerusakan, membersihkan sisa-sisa material di lokasi, serta mengusut oknum yang bertanggung jawab atas perusakan fasilitas umum tersebut. Apel penertiban dan pemantauan lalu lintas juga ditingkatkan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Yuyun Iriyanti





















