Yusman Dawolo: Pemerintah Harus Berani Beri Modal Usaha kepada Anak Muda untuk Ciptakan Lapangan Kerja

Klikfakta38-Gunungsitoli, Bagi Yusman Dawolo yang biasa disapa Bang YD, membantu anak-anak muda melalui pemberian pinjaman modal usaha bergulir tanpa bunga bukan sekadar kegiatan sosial biasa. Langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata sekaligus dorongan moral kepada pemerintah daerah agar lebih serius memikirkan masa depan generasi muda, terutama dalam membuka lapangan pekerjaan secara besar-besaran dan berkelanjutan.

“Pemberian pinjaman modal usaha ini adalah bentuk contoh nyata kepada pemerintah daerah bahwa pembukaan lapangan kerja harus menjadi perhatian utama. Anak-anak muda harus dibantu supaya usaha mereka bisa tumbuh, berkembang, dan menjadi besar,” ujar Yusman Dawolo.

banner 325x300

Menurut Yusman Dawolo, anak-anak muda Kita di Gunungsitoli memiliki semangat kerja yang tinggi, namun kesempatan kerja yang tersedia sangat sedikit.

Oleh karena itu, “Pemerintah harus berani memberi modal usaha kepada anak muda untuk menciptakan lapangan kerja. Karena ketika anak muda diberikan kepercayaan, pendampingan, dan dukungan modal, maka mereka tidak hanya mampu mengubah kehidupan keluarganya sendiri, tetapi juga bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat di sekitarnya”. Jelas Bang YD

Program bantuan modal usaha yang telah dilakukan Bang YD bukan semata-mata untuk membantu seseorang bertahan hidup, melainkan untuk melahirkan generasi pengusaha muda baru di Kota Gunungsitoli yang kuat, mandiri, dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

Bang YD menjelaskan bahwa target utama dari program tersebut adalah agar setiap penerima bantuan usaha minimal mampu membuka pekerjaan bagi tiga orang lainnya. Menurutnya, jika pola ini dijalankan secara masif, maka dampaknya akan sangat besar bagi perekonomian daerah.

“Kalau ada seribu anak muda yang membuka usaha dan masing-masing bisa mempekerjakan minimal tiga orang, maka akan tercipta tiga ribu lapangan kerja baru. Ini bukan hal mustahil jika pemerintah benar-benar serius mendukung sektor usaha anak muda,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kekuatan ekonomi sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran pemerintah, tetapi juga oleh banyaknya masyarakat produktif yang mampu menciptakan aktivitas ekonomi baru.

Karena itu, Bang YD berharap pemerintah daerah mulai mengubah pola pikir pembangunan. Menurutnya, keberhasilan pemerintah tidak diukur dari banyaknya acara atau bahkan pembangunan fisik sekalipun, tetapi juga dari seberapa banyak lapangan pekerjaan yang berhasil diciptakan untuk rakyat.

Sejak aktif turun ke Kota Gunungsitoli pada tahun 2023 hingga tahun 2026, Bang YD memperkirakan sudah lebih dari 200 wirausahawan muda yang menerima bantuan modal usaha melalui gerakan yang dilakukannya.
Namun bantuan tersebut tidak diberikan secara sembarangan. Ada proses penilaian dan survei yang dilakukan agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan diberikan kepada mereka yang memiliki keseriusan dalam menjalankan usaha.

“Syarat utamanya adalah sudah mulai memiliki usaha, walaupun masih kecil. Kemudian bergabung dalam komunitas Gerakan Peduli. Nanti ada tim yang turun langsung untuk melihat usaha mereka, melakukan survei, dan menilai apakah layak dibantu atau tidak,” jelasnya.

Ia mengatakan, langkah tersebut penting agar pinjaman modal yang diberikan benar-benar menjadi modal pertumbuhan usaha, bukan hanya bantuan sesaat yang akhirnya usaha mereka tidak berkembang.

Adapun target penerima bantuan adalah masyarakat dan anak-anak muda yang sebenarnya sudah memiliki keberanian memulai usaha, tetapi mengalami hambatan karena keterbatasan modal dan akses pengembangan usaha.

Yusman Dawolo berharap usaha-usaha kecil yang hari ini masih memiliki omzet lima hingga sepuluh juta rupiah per bulan, ke depan dapat berkembang menjadi usaha yang jauh lebih besar dengan omzet puluhan hingga ratusan juta rupiah per bulan.

“Harapan kita sederhana, usaha mereka naik kelas. Yang tadinya kecil bisa menjadi besar. Yang tadinya hanya cukup untuk dirinya sendiri, nantinya bisa menggaji banyak orang,” ungkap Bang YD

Lebih jauh, ia menilai bahwa masa depan Kota Gunungsitoli tidak boleh hanya bergantung pada ASN atau proyek pemerintah. Daerah harus mulai melahirkan lebih banyak pengusaha muda, peternak muda, petani muda, pelaku UMKM, industri kreatif, dan usaha-usaha produktif lainnya yang mampu menggerakkan ekonomi rakyat dari bawah.

Menurutnya, jika pemerintah daerah berani membuat program besar untuk mendukung wirausaha muda melalui bantuan modal, pelatihan, pendampingan usaha, hingga akses pasar, maka dalam beberapa tahun ke depan ribuan lapangan kerja baru bisa tercipta.

“Anak muda jangan hanya dijadikan penonton di daerahnya sendiri. Mereka harus diberi kesempatan, didukung, dan dipercaya untuk menjadi penggerak ekonomi daerah,” tegas Yusman Dawolo.
Ia juga mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, pengusaha, tokoh masyarakat, maupun masyarakat yang sukses di perantauan, untuk ikut mengambil bagian dalam membangun masa depan generasi muda.

Sebab menurutnya, ketika anak muda memiliki pekerjaan, usaha, dan harapan hidup yang baik, maka daerah akan lebih maju, kemiskinan akan berkurang, pengangguran menurun dan masyarakat akan selalu punya harapan.

 

F. Nazara

Penulis: Fatulo NazaraEditor: Fatulo Nazara