KLIKFAKTA38 – Jakarta — Meski harga beras di sejumlah daerah masih melonjak dan pasokan di pasaran kerap sulit ditemui, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa stok beras nasional dalam kondisi aman. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah keluhan masyarakat mengenai kesulitan mendapatkan beras dengan harga terjangkau.
Pantauan di sejumlah pasar tradisional di Jakarta, Bogor, hingga Surabaya, stok beras medium dan premium masih terbatas. Pedagang mengaku pasokan dari distributor menurun sejak beberapa minggu terakhir, sementara harga terus merangkak naik. “Beras medium sekarang susah didapat. Kalau ada pun harganya sudah di atas HET (Harga Eceran Tertinggi),” ujar Rani, pedagang di Pasar Minggu, Jakarta, Selasa [19/8].
Namun, Presiden Prabowo dalam pernyataannya menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah untuk menjaga ketersediaan pangan. Ia menyebut cadangan beras di gudang Bulog mencapai jutaan ton, sehingga secara nasional tidak ada alasan untuk khawatir akan krisis beras. “Stok beras kita aman. Memang ada distribusi yang perlu kita perbaiki, tapi secara nasional masyarakat tidak perlu panik,” kata Prabowo di Istana Negara.
Pengamat ekonomi pertanian dari IPB University, Dwi Rachmanto, menilai perbedaan antara klaim pemerintah dan kondisi lapangan kerap terjadi karena masalah distribusi. “Stok di gudang Bulog memang besar, tetapi jalur distribusi ke pasar belum maksimal. Akibatnya, pedagang kecil dan masyarakat tetap merasakan kelangkaan,” jelasnya.
Sementara itu, Bulog memastikan akan terus melakukan operasi pasar guna menstabilkan harga. Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi, menyatakan pihaknya siap menggelontorkan beras murah di pasar tradisional maupun lewat ritel modern. “Kami sudah menyalurkan ratusan ribu ton beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan). Diharapkan dalam beberapa minggu ke depan pasokan di pasar semakin lancar,” katanya.
Meski pemerintah mengklaim stok aman, masyarakat berharap agar kebijakan distribusi benar-benar menyentuh pasar tradisional dan pedagang kecil. Sebab, di lapangan, kelangkaan beras tetap dirasakan, terlebih menjelang momen besar seperti tahun ajaran baru dan perayaan hari besar keagamaan.














