Prajurit Perdamaian Gugur di Lebanon: Pengorbanan Praka Farizal Romadhon untuk Dunia

KLIKFAKTA38 – KULON PROGO — Kabar duka mendalam menyelimuti bumi pertiwi. Praka Farizal Romadhon (31), prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam misi perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL), gugur dalam tugas pada Minggu (29/3/2026) malam waktu setempat. Ia menjadi korban serangan artileri militer Israel (IDF) yang menghantam wilayah dekat pos kontingen Indonesia.

‎Almarhum, yang sehari-hari menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kima di kesatuan Yonif 113/JS Brigif 25/Siwah Kodam Iskandar Muda, terkena dampak proyektil yang meledak di dekat Desa Adchit Al-Qusayr, Lebanon Selatan.

banner 325x300

‎Kronologi Kejadian

‎Waktu Kejadian: Minggu, 29 Maret 2026, sekitar pukul 20.44 waktu Lebanon (atau Senin dini hari pukul 01.40 WIB).

‎Lokasi: Area sekitar Indobatt UNP 7-1, Desa Adchit Al-Qusayr, Lebanon Selatan.

‎Situasi: Terjadi baku tembak dan serangan artileri tidak langsung di tengah meningkatnya tensi pertempuran di sepanjang Blue Line (Garis Biru) batas wilayah Lebanon dan Israel.

‎Korban Lain: Selain gugurnya Praka Farizal, serangan tersebut juga melukai tiga prajurit TNI lainnya yang berada di lokasi yang sama, yakni Praka Rico Pramudia (luka berat), serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan (luka ringan).

‎Duka semakin menebal keesokan harinya, Senin (30/3/2026), ketika dua prajurit TNI lainnya—Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Ikhwan—dilaporkan turut gugur akibat ledakan saat berupaya melakukan evakuasi jenazah di area Bani Hayyan, Lebanon.

‎Sikap Tegas Pemerintah Indonesia dan PBB

‎Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) langsung mengeluarkan kecaman keras atas insiden berdarah yang menargetkan wilayah operasi pasukan perdamaian ini.

‎”Indonesia mengutuk keras insiden tersebut dan menyerukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan. Tindakan apa pun yang membahayakan keselamatan pasukan penjaga perdamaian PBB sama sekali tidak dapat diterima,” tulis pernyataan resmi Kemlu RI.

‎Pihak UNIFIL sendiri menyatakan kegeramannya atas terus jatuhnya korban jiwa di daerah konflik tersebut dan menegaskan bahwa kekerasan bersenjata bukanlah solusi.

Baca juga: ‎Izin Dicabut sejak 2017, Kejagung Tetapkan Taipan Batu Bara Samin Tan Tersangka Korupsi Tambang

‎Kepulangan Sang Patriot ke Kampung Halaman

‎Praka Farizal meninggalkan seorang istri, Fafa Nur Azila (25), dan seorang putri kecil yang masih berusia 2 tahun, Shanaya Almahyra Elshanu.

‎Keluarga besar almarhum di Padukuhan Ledok, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kulon Progo, DI Yogyakarta, telah berkumpul menyambut kabar duka ini. Almarhum dikenal warga setempat sebagai sosok pemuda yang ramah, santun, dan aktif dalam kegiatan Karang Taruna sebelum resmi mengabdi sebagai prajurit TNI.

‎Pihak keluarga telah bersepakat agar jenazah Praka Farizal nantinya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) dekat rumah masa kecilnya di Kulon Progo melalui prosesi pemakaman militer. Saat ini, otoritas TNI bersama KBRI Beirut tengah memproses kepulangan jenazah sang patriot kembali ke tanah air.

‎Negara telah menjamin pemenuhan seluruh hak bagi ahli waris almarhum sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas dedikasi tanpa batas demi perdamaian dunia. Selamat jalan, Praka Farizal Romadhon. Tunai sudah janji bakti.

Penulis: Abduh Hanif MREditor: Hengki Revandi