KLIKFAKTA38 – Cilegon, Banten — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pembelaan tegas terhadap mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat peresmian pabrik Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, Kamis (6/11/2025). Dia menyoroti budaya kritik berlebihan terhadap pemimpin yang sudah tidak lagi menjabat dan menyerukan penghargaan atas pengabdian Jokowi selama satu dekade.
Dalam pidatonya, Prabowo menyatakan bahwa kepemimpinan Jokowi selama 10 tahun “diakui dunia”:
“Beliau memimpin 10 tahun … diakui dunia bagaimanapun. Inflasi di bawah beliau cukup bagus. Pertumbuhan bagus … yang bener lah, yang jujur lah.”
Prabowo mengkritik perilaku sebagian pihak yang menurutnya buruk, yaitu menghakimi mantan pemimpin secara berlebihan:
“Pemimpin dikuyu‐kuyu, dicari-cari … pada saat berkuasa disanjung-sanjung. Ini budaya apa? Ini harus kita ubah.”
Ia juga membantah keras rumor bahwa hubungannya dengan Jokowi adalah relasi takut atau dikendalikan:
Prabowo menegaskan Jokowi “tidak pernah menitip apa-apa” kepadanya.
“Aku hopeng sama beliau, kok takut,” ujarnya, menegaskan bahwa hubungan mereka adalah persahabatan.
Pada momen itu, Prabowo juga menyerukan agar masyarakat menghargai jasa pemimpin masa lalu:
“Marilah kita pandai-pandai menghormati jasa-jasa semua tokoh … marilah kita punya rasa keadilan di hati kita.”
Sikap Prabowo ini sejalan dengan narasi transisi kekuasaan yang mulus: dalam Sidang Tahunan MPR pada Agustus 2025, dia menyatakan bahwa transisi dari era Jokowi kepemerintahannya “diakui dunia” sebagai peralihan yang terhormat dan dewasa secara politik.
Lebih jauh, Prabowo menyebut bahwa demokrasi Indonesia saat ini menunjukkan kematangan: suatu bentuk demokrasi “yang sejuk, yang mempersatukan … bukan demokrasi yang saling menghujat.”
Dengan pernyataan-pernyataan ini, Prabowo tampak berusaha meredam kritik publik terhadap Jokowi dan sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih menghargai kontribusi politik masa lalu.














