KLIKFAKTA38 – TERNATE – Suasana mencekam menyelimuti wilayah pesisir Maluku Utara dan Sulawesi Utara pada Kamis pagi, 2 April 2026. Gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 7,6 yang berpusat di Laut Maluku memicu sirine peringatan dini tsunami, menyebabkan ribuan warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri ke dataran tinggi.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 05.48 WIB (07.48 WIT). Pusat gempa berada di koordinat 1,25 LU dan 126,27 BT, tepatnya di laut pada jarak 129 km tenggara Bitung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman dangkal sekitar 18 hingga 33 kilometer.
Guncangan hebat dirasakan di beberapa daerah dengan intensitas:
Ternate: V-VI MMI (Getaran dirasakan semua penduduk, kerusakan ringan pada bangunan).
Manado & Bitung: IV-V MMI.
Gorontalo: III MMI.
Baca juga: Polda Metro Jaya Bongkar Peredaran Uang Palsu Rp620 Juta di Bogor
Deteksi Tsunami dan Evakuasi Warga
Sesaat setelah gempa, BMKG mengeluarkan status “Siaga” tsunami untuk wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara. Laporan di lapangan menunjukkan kepanikan massal di Kota Ternate dan Bitung. Warga yang tinggal di pinggir pantai segera memacu kendaraan mereka menuju perbukitan dan area aman (evacuation shelter).
Hingga pukul 07.15 WITA, pemantauan muka air laut (tide gauge) mengonfirmasi adanya kenaikan gelombang:
Halmahera Barat: Tsunami setinggi 0,3 meter (30 cm).
Bitung: Tsunami setinggi 0,2 meter (20 cm).
Minahasa Utara: Tercatat gelombang mencapai 0,75 meter di beberapa titik pantau.













