KLIKFAKTA38 -Jakarta/Serang, 10 Desember 2025 – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, yang secara administratif berada di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, dilaporkan masih berada pada Level II (Waspada).
Pihak berwenang mengimbau masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan nelayan untuk tidak mendekati atau beraktivitas di dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif.
Keputusan penetapan status ini dikeluarkan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Status Waspada menunjukkan adanya peningkatan aktivitas di atas normal dan potensi bahaya erupsi, meskipun belum mencapai tingkat ancaman tertinggi (Siaga atau Awas).
Data Pengamatan Terkini
Berdasarkan laporan PVMBG per hari Rabu, 10 Desember 2025:
Visual: Asap kawah utama teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, dengan ketinggian sekitar 5 meter di atas puncak.
Kegempaan: Terjadi rekaman kegempaan vulkanik yang signifikan, termasuk:
1 kali gempa Low Frequency.
1 kali gempa Vulkanik Dangkal.
1 kali gempa Vulkanik Dalam.
Terekam adanya Tremor Menerus dengan amplitudo dominan 2 mm.
“PVMBG merekomendasikan agar masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan nelayan tidak mendekati radius 2 km dari kawah aktif untuk mencegah risiko bahaya letusan maupun lontaran material vulkanik,” ujar Plt. Kabidhumas Polda Banten, AKBP Meryadi.
Penerimaan dan Antisipasi Masyarakat
Masyarakat di sekitar wilayah terdampak, khususnya di pesisir Banten dan Lampung, dilaporkan telah menerima dan merespons imbauan ini dengan baik. Koordinasi erat antara Polda Banten, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta PVMBG terus dilakukan untuk memastikan informasi yang diterima masyarakat akurat dan terkini.
Selain kewaspadaan terhadap aktivitas GAK, otoritas juga menyoroti potensi cuaca ekstrem dan gelombang sedang di perairan Selat Sunda yang dapat berubah sewaktu-waktu, menambah lapisan kewaspadaan bagi nelayan dan pelayaran.
Polda Banten juga telah menyiagakan personel di posko siaga bencana lengkap dengan peralatan SAR, sebagai langkah antisipasi dan percepatan respons kedaruratan. Warga diimbau untuk memantau informasi resmi dan menunda aktivitas di luar rumah yang tidak mendesak jika terjadi cuaca buruk.














