KLIKFAKTA38 – PROBOLINGGO, INDONESIA – Bencana hidrometeorologi kembali melanda Indonesia. Setelah wilayah Sumatera, kini giliran Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, yang diterjang banjir bandang. Hujan deras yang mengguyur wilayah lereng Pegunungan Argopuro pada Kamis [11/12/2025] malam memicu luapan air sungai yang membawa material lumpur dan merusak infrastruktur vital.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif, pada Sabtu [13/12/2025], mengungkapkan bahwa banjir bandang telah menyebabkan 30 Kepala Keluarga (KK) masih terisolasi di Kecamatan Tiris. Jumlah ini berhasil ditekan dari perkiraan awal sekitar 500 KK yang sempat terisolasi.
Akses Utama Terputus
Dampak paling parah dari bencana ini adalah terputusnya akses penghubung antardesa akibat kerusakan parah pada jembatan. Data terbaru BPBD mencatat setidaknya tujuh jembatan mengalami kerusakan, mulai dari putus total hingga miring, tersebar di empat desa:
1. Desa Andungbiru: Tiga jembatan rusak (dua putus total, satu miring).
2. Desa Andungsari: Dua jembatan terdampak (satu putus, satu miring).
3. Desa Tiris: Satu jembatan rusak di bagian pagar.
4. Desa Tlogosari: Satu jembatan putus.
Kerusakan ini membuat warga di beberapa dusun, terutama di Desa Andungbiru, tidak memiliki akses keluar-masuk.
Penanganan Darurat Dipercepat
Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui BPBD segera mengambil langkah tanggap darurat dengan memprioritaskan pembangunan jembatan darurat. “Kami sudah membuat jembatan darurat untuk warga yang sempat terisolasi, namun masih ada sekitar 30 KK yang belum bisa diakses,” ujar Oemar Sjarif.
Pembangunan jembatan darurat, seperti yang dilakukan di Desa Andungbiru, terus dikebut melibatkan gotong royong banyak pihak, mengingat cuaca cerah di hari Jumat dan Sabtu menjadi momentum penting untuk pemulihan akses.
Selain jembatan, banjir bandang juga berdampak pada permukiman warga. BPBD mencatat sekitar 40 rumah warga terdampak, baik terendam lumpur maupun mengalami kerusakan struktural. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden ini
Peringatan Bencana Susulan
Mengantisipasi bencana susulan, terutama longsor dan banjir bandang, Oemar Sjarif mengimbau masyarakat Probolinggo, khususnya yang tinggal di lereng Argopuro, untuk meningkatkan kesiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring peringatan cuaca ekstrem dari BMKG.
Banjir bandang serupa pernah melanda kawasan Tiris pada tahun 2018. Beberapa dugaan muncul bahwa bencana kali ini lebih parah karena adanya kerusakan kawasan hutan di hulu lereng Argopuro. Penyelidikan lebih lanjut dan langkah mitigasi jangka panjang kini menjadi fokus utama pemerintah daerah.














