KLIKFAKTA38 – Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan skema penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) langsung ke rumah siswa selama masa libur sekolah. Rencana ini disusun untuk memastikan asupan gizi anak tetap terpenuhi meskipun kegiatan belajar mengajar sementara dihentikan.
Kepala BGN menyampaikan bahwa selama ini MBG disalurkan melalui sekolah sebagai titik distribusi utama. Namun, saat libur panjang sekolah, terutama libur akhir semester dan hari besar nasional, muncul kekhawatiran terjadinya kekosongan pemenuhan gizi bagi siswa penerima manfaat.
“Libur sekolah tidak boleh menjadi alasan terputusnya asupan gizi anak. Karena itu, kami sedang mengkaji mekanisme pengantaran MBG ke rumah siswa atau melalui titik distribusi terdekat di lingkungan tempat tinggal,” ujar pejabat BGN dalam keterangannya, Minggu [21/12].
Menurut BGN, skema delivery ke rumah akan diprioritaskan bagi siswa dari keluarga rentan dan wilayah dengan tingkat kerawanan gizi tinggi. Penyaluran dapat dilakukan dengan melibatkan dapur umum, UMKM katering lokal, serta dukungan pemerintah daerah dan aparat setempat.
BGN juga memastikan menu MBG selama libur sekolah tetap memenuhi standar gizi seimbang, mulai dari karbohidrat, protein, sayur, buah, hingga susu atau sumber kalsium lainnya. Pengemasan makanan akan disesuaikan agar tetap higienis dan aman dikonsumsi.
Sementara itu, sejumlah orang tua menyambut positif rencana tersebut. Mereka menilai program MBG sangat membantu, terutama saat anak berada di rumah selama libur sekolah dan kebutuhan konsumsi harian meningkat.
BGN menargetkan uji coba penyaluran MBG ke rumah siswa dapat dilakukan secara bertahap sebelum diterapkan secara nasional. Evaluasi akan dilakukan untuk memastikan distribusi tepat sasaran, efisien, dan tidak mengganggu kualitas makanan.
Dengan skema ini, pemerintah berharap komitmen pemenuhan gizi anak tetap berjalan berkelanjutan, sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah.














