KLIKFAKTA38 – Situasi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, mencekam setelah pecah perang antarsuku yang menewaskan sedikitnya 13 orang dan menyebabkan ratusan warga terpaksa mengungsi. Bentrokan berdarah tersebut melibatkan kelompok Suku Pirime (Lanny) dan Suku Kurima (Woma) yang saling serang menggunakan senjata tajam dan panah.
Konflik pecah sejak Kamis [14/5] di Distrik Woma dan meluas ke sejumlah wilayah di Jayawijaya hingga Jumat {15/5]. Polisi mencatat selain korban meninggal dunia, sedikitnya 19 orang mengalami luka-luka, dengan tiga korban di antaranya menderita luka berat dan masih menjalani perawatan di RSUD Wamena.
Kasi Humas Polres Jayawijaya, Ipda Efendi Al Husaini, mengatakan jumlah pengungsi terus bertambah akibat rumah warga yang rusak dan dibakar saat bentrokan berlangsung. Data sementara menunjukkan sebanyak 789 warga mengungsi ke lokasi yang dianggap lebih aman.
Baca juga: Noel Dituntut 5 Tahun Penjara dalam Kasus Dugaan Sertifikasi K3 Bermasalah
Kapolda Papua Irjen Patrige R. Renwarin menjelaskan perang antarsuku dipicu persoalan lama terkait denda adat atas kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang anggota DPRD Lanny Jaya pada 2024 lalu. Upaya mediasi disebut sempat dilakukan, namun tidak mencapai kesepakatan hingga konflik kembali memanas.













