KLIKFAKTA38 – Ponorogo, Jawa Timur — Dunia pendidikan Islam kembali berduka. Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., salah satu pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), dikabarkan telah meninggal dunia pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Informasi resmi yang disampaikan melalui akun media sosial Pondok Modern Darussalam Gontor menyatakan almarhum menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 12.14 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moewardi, Solo, Jawa Tengah, saat menjalani perawatan.
Profil Almarhum
Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi adalah tokoh pendidikan Islam terkemuka yang menjabat sebagai pimpinan PMDG sejak 2020 hingga wafatnya. Ia juga pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor periode 2014–2020.
Lahir pada 4 November 1947, almarhum dikenal sebagai ulama, pendidik, serta cendekiawan dalam bidang akidah, filsafat Islam, dan ilmu teologi. Kiprah dan kontribusinya dalam pengembangan pendidikan pesantren modern dan pendidikan tinggi di Indonesia telah membawa banyak alumninya meraih prestasi di berbagai bidang keilmuan dan dakwah.
Reaksi dan Duka Cita
Kabar wafatnya KH Amal Fathullah Zarkasyi menyebar cepat di kalangan santri, alumni, dan masyarakat luas. Ucapan belasungkawa mengalir deras melalui jejaring media sosial, termasuk dari murid-murid dan tokoh pendidikan Islam yang menyampaikan penghormatan atas dedikasi almarhum.
Sejumlah tokoh dan aktivis pendidikan menilai kepergian beliau merupakan kehilangan besar bagi pesantren Gontor serta dunia pendidikan Islam nasional.
Rangkaian Pemakaman
Pihak Pondok Modern Darussalam Gontor telah mengumumkan jadwal salat jenazah dan prosesi pemakaman, yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu pagi (4 Januari 2026) di pemakaman keluarga PMDG setelah serangkaian salat jenazah di beberapa lokasi pesantren.
Pesan untuk Umat
Pimpinan pesantren dan keluarga besar Gontor mengajak semua pihak untuk mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosanya dan amal ibadahnya diterima.
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
“Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya kita kembali.”














