Ketegangan Politik Meningkat, Hubungan Jokowi dan Prabowo Diwarnai Ketidakselarasan 

KLIKFAKTA38 – Jakarta, 3 Mei 2025 – Hubungan politik antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dikabarkan tengah mengalami ketegangan, menyusul perbedaan pandangan strategis terkait arah pemerintahan ke depan menjelang transisi kekuasaan pasca Pemilu 2024.

Sumber internal dari lingkaran Istana menyebutkan bahwa ketegangan dipicu oleh manuver politik Jokowi yang dinilai terlalu aktif dalam menentukan arah pemerintahan Prabowo-Gibran. Beberapa pengamat menyebut langkah Jokowi sebagai “shadow governance” atau pemerintahan bayangan yang menimbulkan keresahan di kubu Prabowo.

banner 325x300

“Pak Prabowo ingin membuktikan bahwa ia mampu memimpin dengan mandiri tanpa terlalu banyak intervensi. Namun, sinyal dari Jokowi yang tetap ingin mengamankan loyalisnya di berbagai posisi strategis membuat komunikasi menjadi kaku,” ujar seorang analis politik dari LIPI.

Di lain sisi, pembicaraan terkait susunan kabinet pemerintahan mendatang juga menjadi sumber friksi. Beberapa nama yang direkomendasikan Jokowi untuk menduduki posisi menteri dikabarkan tidak sepenuhnya sejalan dengan visi Prabowo. Ketidaksepahaman ini mempertegas jarak politik yang kian melebar antara keduanya.

Walau belum ada pernyataan resmi dari kedua tokoh, suasana dingin mulai terasa dalam beberapa pertemuan publik terakhir, di mana interaksi keduanya tampak formal dan jauh dari keakraban yang biasa ditampilkan selama masa kampanye.

Pengamat memperkirakan, jika ketegangan ini tidak segera diredam, maka stabilitas politik nasional menjelang pelantikan presiden baru pada Oktober 2024 bisa terganggu. Situasi ini juga berpotensi memengaruhi kepercayaan pasar dan investor terhadap kelangsungan pemerintahan baru.

Penulis: Hengki RevandiEditor: Hengki Revandi, Tim Wartawan