Per 1 Februari 2026, Harga Pertamax di NTB Turun Menjadi Rp11.800 perliter

KLIKFAKTA38 – MATARAM – Kabar gembira bagi pengendara di Nusa Tenggara Barat. PT Pertamina (Persero) resmi menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi di seluruh wilayah NTB mulai hari ini, Minggu, 1 Februari 2026. Penurunan ini merupakan bagian dari penyesuaian harga berkala mengikuti tren harga minyak mentah dunia dan penguatan nilai tukar rupiah.

Pertamax Turun di Bawah Rp12.000

banner 325x300

Penurunan harga yang paling signifikan terlihat pada jenis Pertamax (RON 92). Harga BBM yang sebelumnya dibanderol Rp12.350 per liter kini turun menjadi Rp11.800 per liter. Penurunan sebesar Rp550 ini menempatkan harga Pertamax di NTB setara dengan wilayah Pulau Jawa dan Bali.

Selain Pertamax, varian bahan bakar nonsubsidi lainnya seperti Pertamax Turbo dan seri Dex juga mengalami koreksi harga yang cukup besar.

Daftar Harga BBM Terbaru di NTB (Per 1 Februari 2026)

Berikut adalah rincian harga terbaru di SPBU wilayah Nusa Tenggara Barat:

Jenis BBM Harga Lama (Januari) Harga Baru (Februari) Selisih

– Pertamax (RON 92) Rp12.350 Rp11.800 – Rp550

– Pertamax Turbo Rp13.400 Rp12.700 – Rp700

– Dexlite Rp13.500 Rp13.250 – Rp250

– Pertamina Dex Rp13.600 Rp13.500 – Rp100

Catatan: Untuk harga BBM bersubsidi seperti Pertalite tetap stabil di angka Rp10.000 per liter dan BioSolar di Rp6.800 per liter.

Baca juga:POLDA METRO JAYA HENTIKAN PENYIDIKAN KASUS KEMATIAN LULA LAHFAH, REZA ARAP DINYATAKAN TIDAK TERBUKTI BERSALAH

Faktor Penyebab Penurunan

Pihak Pertamina Patra Niaga menyatakan bahwa penyesuaian ini mengacu pada regulasi Kepmen ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Beberapa faktor utama yang memicu penurunan harga ini antara lain:

Dinamika Pasar Global: Harga minyak mentah dunia (Brent & WTI) yang stabil cenderung menurun di kisaran USD 70-75 per barel.

Kurs Rupiah: Penguatan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang mempermudah biaya impor bahan baku BBM.

Efisiensi Distribusi: Upaya optimasi rantai pasok untuk wilayah kepulauan seperti Bali dan Nusa Tenggara.

Masyarakat diimbau untuk mengecek update harga secara berkala melalui aplikasi MyPertamina atau situs resmi Pertamina untuk memastikan transparansi harga di setiap SPBU.

Penulis: Yuyun IriyantiEditor: Hengki Revandi