KLIKFAKTA38 – PRAYA, 5 Juli 2026 — Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri merespons santai insiden dugaan keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa usai mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, potensi masalah teknis dalam pelaksanaan program berskala masif merupakan hal yang wajar terjadi.
Dalam keterangannya kepada awak media di Kantor Bupati Lombok Tengah, ia menilai bahwa gangguan kesehatan yang dialami beberapa siswa tersebut tidak perlu ditanggapi secara berlebihan.
“Dalam program seluas ini, kendala di lapangan atau kejadian seperti itu sebenarnya hal yang wajar. Yang terpenting adalah penanganan medisnya cepat,” ujar Bupati Lombok Tengah saat ditemui wartawan.
Bupati juga mengimbau insan pers dan wartawan agar menyajikan pemberitaan secara proposional dan tidak membesar-besarkan masalah ini hingga menimbulkan kepanikan di masyarakat. Menurutnya, framing berita yang berlebihan justru dapat mengganggu keberlangsungan program pemerintah yang berniat baik tersebut.
“Saya minta rekan-rekan wartawan tolong jangan dibesar-besarkan. Beritakan secara bijak agar masyarakat tidak panik. Fokus kita adalah perbaikan ke depan,” tambahnya.
Baca juga: Diplomasi Gagal Meredam Kekerasan: Pengeboman Gaza dan Teror Pemukim Tepi Barat Kian Memuncak
Langkah Evaluasi dan Penanganan
Meskipun menganggap insiden tersebut sebagai kendala teknis yang biasa, pihak Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mengklaim telah menginstruksikan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan untuk memperketat pengawasan.
Langkah-langkah yang kini diambil Pemkab Lombok Tengah meliputi:
Uji Sampel Makanan: Mendorong pengecekan laboratorium terhadap sampel makanan MBG yang disajikan.
Evaluasi Dapur Penyedia (Catering): Memeriksa standar higienitas dan sanitasi dari mitra penyedia makanan
Penanganan Cepat: Memastikan seluruh siswa yang terdampak mendapatkan perawatan medis hingga pulih sepenuhnya tanpa dibebani biaya.
Hingga berita ini diturunkan, beberapa siswa yang sempat mengeluhkan mual dan pusing dikabarkan sudah mulai membaik setelah mendapat perawatan di puskesmas setempat. Pihak dinas terkait masih menunggu hasil uji laboratorium resmi untuk memastikan penyebab pasti dari insiden tersebut.














