20 Dealer BYD Tutup karena Krisis Finansial, Ribuan Pelanggan Rugi dan Khawatir Garansi

KLIKFAKTA38 –  Shandong, China – Mei 2025, Sebanyak 20 dealer resmi BYD di Provinsi Shandong, China, terpaksa ditutup akibat krisis finansial yang melanda grup dealer Shandong Qiancheng Holdings Co., Ltd. Penutupan ini berdampak langsung pada lebih dari 1.000 konsumen yang kini kehilangan akses terhadap layanan purna jual, termasuk garansi dan suku cadang .

Qiancheng Holdings, yang sebelumnya memiliki omzet tahunan mencapai 3 miliar yuan (sekitar Rp 8,8 triliun) dan mempekerjakan 1.200 staf, mengungkapkan bahwa perubahan kebijakan dealer oleh BYD menjadi salah satu penyebab utama krisis ini. Namun, BYD menanggapi bahwa ekspansi agresif Qiancheng yang tidak terkendali menjadi faktor utama masalah keuangan tersebut.

banner 325x300

Akibat penutupan ini, konsumen yang telah membeli kendaraan dari dealer yang tutup menghadapi ketidakpastian terkait layanan garansi dan purna jual. Beberapa konsumen bahkan membentuk kelompok untuk menuntut hak-hak mereka .

Walaupun insiden ini terjadi di China, dampaknya dirasakan secara global, termasuk di Indonesia. PT BYD Motor Indonesia memastikan bahwa kejadian ini tidak mempengaruhi operasional dan layanan purna jual di Indonesia. Perusahaan menegaskan bahwa dealer-dealer di Indonesia beroperasi secara independen dan tidak terhubung dengan Qiancheng Holdings .

Akan tetapi, insiden yang menyoroti pentingnya konsumen untuk memastikan bahwa dealer tempat mereka membeli kendaraan memiliki reputasi yang baik dan dapat dipercaya, serta memahami kebijakan garansi yang berlaku.

Untuk konsumen yang mengalami masalah terkait layanan purna jual atau garansi, disarankan untuk menghubungi langsung PT BYD Motor Indonesia melalui saluran resmi yang tersedia.

Kejadian yang juga menjadi pelajaran bagi industri otomotif global tentang pentingnya pengelolaan keuangan yang hati-hati dan transparansi dalam kebijakan dealer untuk menjaga kepercayaan konsumen.

Penulis: Hengki RevandiEditor: Hengki Revandi, Tim Wartawan