JETSTAR ASIA HENTIKAN OPERASI MULAI JULI 2025, TERJADI PHK BESAR-BESARAN

KLIKFAKTA38 – Singapura, 16 Juni 2025 — Maskapai bertarif rendah asal Singapura, Jetstar Asia Airways, mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan seluruh operasional penerbangan mulai Juli 2025. Keputusan mengejutkan ini juga disertai dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran terhadap ratusan karyawan di seluruh lini operasional perusahaan.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pagi ini, Jetstar Asia menyebut bahwa keputusan tersebut diambil setelah “evaluasi bisnis mendalam” dan tantangan keuangan yang terus memburuk sejak pandemi COVID-19. Meskipun sempat menunjukkan pemulihan pada 2023 dan 2024, tekanan biaya operasional, persaingan ketat di pasar Asia Tenggara, serta ketidakpastian geopolitik disebut memperparah kondisi finansial maskapai.

banner 325x300

“Dengan sangat berat hati kami mengumumkan penghentian operasi Jetstar Asia mulai 1 Juli 2025. Ini bukan keputusan yang diambil dengan mudah. Kami berterima kasih atas dedikasi karyawan dan loyalitas pelanggan selama lebih dari dua dekade,” kata CEO Jetstar Asia, Barathan Pasupathi, dalam konferensi pers pagi ini.

PHK Ratusan Karyawan

Jetstar Asia telah mengonfirmasi bahwa lebih dari 800 karyawan akan terdampak oleh penutupan ini, termasuk pilot, awak kabin, teknisi, dan staf pendukung di bandara Changi serta kantor pusat di Singapura. Maskapai mengatakan pihaknya akan memberikan pesangon, konseling karier, dan bantuan transisi kerja bagi karyawan yang terkena dampak.

Serikat pekerja di sektor penerbangan menyatakan keprihatinan atas dampak sosial dari keputusan ini. Mereka meminta pemerintah Singapura dan perusahaan afiliasi Jetstar, termasuk Qantas Group di Australia, untuk memberikan dukungan maksimal kepada para pekerja yang terkena dampak.

Dampak pada Penumpang

Jetstar Asia telah menghentikan penjualan tiket untuk penerbangan setelah 30 Juni 2025 dan berjanji akan memberikan pengembalian dana penuh bagi penumpang yang telah membeli tiket untuk keberangkatan setelah tanggal tersebut. Penumpang juga diberikan opsi untuk mengalihkan penerbangan ke maskapai mitra, meskipun ketersediaan akan terbatas.

Maskapai yang telah beroperasi sejak 2004 ini sebelumnya melayani lebih dari 20 destinasi di kawasan Asia, termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, Jepang, dan Filipina.

Jetstar Group Tetap Beroperasi

Sementara itu, Jetstar Group yang berbasis di Australia menyatakan bahwa penutupan Jetstar Asia tidak akan berdampak pada operasional anak perusahaan lainnya seperti Jetstar Airways (Australia) dan Jetstar Japan.

“Kami tetap berkomitmen untuk pasar Asia, namun fokus kami akan beralih ke jalur-jalur yang lebih menguntungkan,” ujar perwakilan Jetstar Group dalam pernyataan tertulis.

Penutupan Jetstar Asia menjadi sinyal terbaru dari dinamika cepat dalam industri penerbangan pasca-pandemi dan menandai berakhirnya salah satu maskapai berbiaya rendah paling ikonik di Asia Tenggara.

 

Penulis: Yuyun IriyantiEditor: Hengki Revandi