Menu ✖

Otomatis
FAKTA TERKINI

Fakta Utama

Kejaksaan Sita Rp.2 Triliun dari Kasus Korupsi CPO Wilmar Group

badge-check

Kejaksaan Sita Rp.2 Triliun dari Kasus Korupsi CPO Wilmar Group Perbesar

KLIKFAKTA38 – Jakarta, 18 Juni 2025 — Kejaksaan Agung Republik Indonesia berhasil menyita uang senilai Rp.2 triliun dari hasil pengusutan kasus dugaan korupsi ekspor crude palm oil (CPO) yang menyeret korporasi raksasa Wilmar Group.

Penyitaan ini diumumkan dalam konferensi pers yang digelar oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta. Dana tersebut disita dari berbagai rekening dan entitas yang terafiliasi dengan perusahaan sawit tersebut, sebagai bagian dari upaya pemulihan kerugian negara.

“Penyitaan sebesar Rp2 triliun ini merupakan hasil pengembangan dari penyidikan perkara yang melibatkan sejumlah pejabat dan korporasi dalam praktik manipulasi ekspor CPO dan turunannya,” ujar Jampidsus Febrie Adriansyah.

Kasus yang  mencuat sejak 2022 ketika pemerintah menetapkan kebijakan larangan ekspor CPO demi menjaga stabilitas harga minyak goreng dalam negeri. Namun, sejumlah perusahaan diduga memanipulasi data untuk mendapatkan izin ekspor secara ilegal, termasuk di antaranya Wilmar Group.

Kejaksaan mengungkap, modus yang digunakan antara lain pemalsuan dokumen persyaratan ekspor dan kerja sama dengan oknum pejabat di Kementerian Perdagangan. Dari situ, negara diperkirakan merugi hingga puluhan triliun rupiah.

Selain penyitaan dana, kejaksaan juga telah menetapkan beberapa tersangka dari pihak swasta maupun pejabat negara, serta membekukan sejumlah aset lainnya, termasuk properti dan kendaraan mewah.

Kejaksaan menegaskan penyidikan akan terus diperluas, termasuk kemungkinan menyeret korporasi sebagai subjek hukum. “Kami tidak berhenti pada individu, namun juga mengejar tanggung jawab korporasi yang terlibat,” tegas Febrie.

Wilmar Group hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait langkah hukum Kejaksaan tersebut. Namun, sumber internal menyebutkan bahwa perusahaan tengah menyiapkan tim hukum untuk menghadapi proses lanjutan.

Kasus yang menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah penegakan hukum sektor komoditas strategis di Indonesia, dan menjadi ujian serius komitmen pemerintah dalam membongkar mafia pangan dan menegakkan keadilan ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Desa Sidourip Pamerkan Inovasi “JELITA ECO TAMASIDU” di Lomba Desa Sehat Kabupaten Deli Serdang 2026

27 Okt 2026 - 22:08 WIB

Desa Sidourip Pamerkan Inovasi “JELITA ECO TAMASIDU” di Lomba Desa Sehat Kabupaten Deli Serdang 2026

Polres Nias Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Nias Barat, 31 Paket Seberat 44,62 Gram Diamankan

27 Okt 2026 - 16:45 WIB

Polres Nias Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Nias Barat, 31 Paket Seberat 44,62 Gram Diamankan

KSOP Hentikan Bongkar Muat Semen di Pelabuhan Gunungsitoli, Keselamatan Penumpang Jadi Sorotan

27 Okt 2026 - 16:40 WIB

KSOP Hentikan Bongkar Muat Semen di Pelabuhan Gunungsitoli, Keselamatan Penumpang Jadi Sorotan

Tiga Pekerja KDMP Hiliduho Mengaku Upah Belum Dibayar, Malah Dilaporkan atas Dugaan Pencurian Motor

27 Okt 2026 - 14:57 WIB

Tiga Pekerja KDMP Hiliduho Mengaku Upah Belum Dibayar, Malah Dilaporkan atas Dugaan Pencurian Motor

Lomba Desa Sehat 2026, Desa Sei Mencirim Kec: Sunggal Tampilkan Inovasi Ambulans Umat Peduli Desa

27 Okt 2026 - 08:49 WIB

Lomba Desa Sehat 2026, Desa Sei Mencirim Kec: Sunggal Tampilkan Inovasi Ambulans Umat Peduli Desa
Trending di Headline