KLIKFAKTA38 – ABEPURA, PAPUA – Aksi unjuk rasa yang digelar oleh ratusan mahasiswa di kawasan Jalan Raya Wilarna, Distrik Abepura, berakhir ricuh pada Senin [27/4] siang. Ketegangan memuncak setelah massa terlibat saling dorong dengan aparat keamanan yang berjaga di lokasi.
Kronologi Kejadian
Aksi yang dimulai sejak pukul 09.00 WIT tersebut awalnya berjalan kondusif. Massa berkumpul di titik temu Jalan Raya Wilarna untuk menyuarakan aspirasi mereka terkait kebijakan pendidikan dan isu sosial di tanah Papua.
Namun, sekitar pukul 11.30 WIT, situasi mulai memanas ketika massa mencoba melakukan long march menuju pusat kota yang dilarang oleh pihak kepolisian demi mencegah kemacetan total. Upaya negosiasi menemui jalan buntu, memicu lemparan batu ke arah barisan pengamanan yang kemudian dibalas dengan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa.
Dampak di Lokasi
Lalu Lintas: Arus lalu lintas dari arah Jayapura menuju Sentani maupun sebaliknya lumpuh total. Banyak kendaraan terjebak di tengah massa, sementara sebagian pengendara memilih memutar balik.
Fasilitas Umum: Beberapa separator jalan dilaporkan mengalami kerusakan. Para pedagang di sepanjang jalan Wilarna juga terpaksa menutup toko mereka lebih awal guna menghindari dampak kericuhan.
Korban: Hingga berita ini diturunkan, terdapat laporan beberapa mahasiswa dan anggota aparat mengalami luka ringan akibat benturan fisik dan lemparan material.
Pernyataan Pihak Berwenang
Kapolresta setempat menyatakan bahwa pihaknya telah berupaya melakukan tindakan persuasif.
”Kami mengedepankan negosiasi, namun ada provokasi dari kelompok tertentu yang memicu aksi anarkis. Saat ini kami fokus memulihkan ketertiban umum dan membuka kembali akses jalan bagi warga,” ujar perwakilan kepolisian di lokasi kejadian.
Kondisi Terkini
Hingga sore hari, situasi mulai berangsur kondusif meski sisa-sisa batu dan sampah masih berserakan di jalan raya. Petugas kebersihan dibantu warga mulai membersihkan area, sementara personel keamanan masih disiagakan di beberapa titik rapi guna mengantisipasi aksi susulan.
Warga diimbau untuk menggunakan jalur alternatif dan tetap waspada saat melintasi area Abepura hingga situasi dinyatakan sepenuhnya aman oleh pihak berwenang.













