KBRI Teheran Tetapkan Siaga Satu, Menlu: Keselamatan WNI Terancam

KLIKFAKTA38 – Teheran, 19 Juni 2025 — Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran, Iran, resmi memberlakukan status siaga satu menyusul meningkatnya ketegangan keamanan di wilayah tersebut. Kementerian Luar Negeri RI menyatakan keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran kini menjadi prioritas utama pemerintah.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pernyataan resminya menyebut situasi di Teheran dan sekitarnya memburuk akibat eskalasi konflik regional yang berdampak langsung pada keamanan warga asing.

banner 325x300

“Kami telah menginstruksikan KBRI Teheran untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan langkah-langkah evakuasi apabila dibutuhkan. Kondisi saat ini membuat keselamatan WNI berada dalam ancaman serius,” ujar Retno dari Jakarta, Rabu [17/6].

Berdasarkan data KBRI, terdapat lebih dari 400 WNI yang tersebar di wilayah Iran, sebagian besar merupakan pelajar, pekerja migran, dan staf keluarga diplomatik.

KBRI pun telah membuka hotline darurat dan membentuk satuan tugas khusus untuk memantau situasi di lapangan serta menjalin komunikasi intensif dengan otoritas setempat. Langkah ini diambil menyusul laporan adanya demonstrasi massal dan potensi serangan terhadap fasilitas asing di beberapa titik strategis.

“Kami terus memantau secara real-time dan siap mengevakuasi bila situasi memburuk. Kami juga mengimbau seluruh WNI untuk tetap di tempat tinggal masing-masing dan menghindari kerumunan,” tegas Dubes RI untuk Iran, Ronny Prasetyo Yuliantoro.

Pemerintah Indonesia pun tengah menjajaki opsi pemulangan sukarela bagi WNI yang merasa tidak aman dan ingin kembali ke tanah air. Koordinasi lintas kementerian dan lembaga tengah berlangsung untuk memastikan kesiapan logistik dan dukungan konsuler.

Sampai berita ini di himpun, belum ada laporan korban jiwa maupun luka dari kalangan WNI. Tetapi, Kementerian Luar Negeri mengingatkan situasi bisa berubah dengan cepat dan menyerukan seluruh WNI untuk terus memperbarui informasi dari sumber resmi.

 

 

Penulis: Hengki RevandiEditor: Hengki Revandi, Tim Wartawan