KLIKFAKTA38 – Jakarta, 25 Juni 2025 — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap modus baru jaringan peredaran narkotika yang dinilai makin licik. Dalam keterangannya, BNN menyebut para bandar kini menyasar kaum ibu rumah tangga atau “emak-emak” untuk dijadikan kurir narkoba.
Kepala BNN Komjen Pol Marthinus Hukom menjelaskan bahwa sindikat narkoba internasional maupun lokal mulai menggunakan strategi baru dengan merekrut perempuan usia produktif yang tampak “tidak mencurigakan” di mata aparat.
“Para pelaku memanfaatkan kondisi ekonomi dan ketidaktahuan mereka. Emak-emak ini dijanjikan imbalan uang tunai untuk membawa barang, tanpa diberi tahu bahwa yang mereka bawa adalah narkoba,” ujar Marthinus dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa [24/6].
Menurut BNN, para kurir ini biasanya diminta mengirim paket lintas kota bahkan lintas provinsi, baik melalui jalur darat maupun udara. Beberapa di antaranya juga terungkap membawa narkoba jenis sabu dan ekstasi yang disembunyikan dalam barang-barang rumah tangga atau makanan.
Dalam tiga bulan terakhir, BNN telah menangkap sedikitnya 17 ibu rumah tangga yang diduga terlibat sebagai kurir narkoba. Para tersangka mengaku dijebak dan tidak mengetahui isi paket yang mereka bawa.
BNN mengingatkan masyarakat, khususnya para perempuan, agar berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan instan dengan bayaran tinggi namun tanpa kejelasan. BNN juga mendorong peningkatan edukasi di tingkat keluarga dan komunitas untuk mencegah penyalahgunaan narkoba.
“Modus ini harus jadi perhatian bersama. Jangan sampai ibu rumah tangga dijadikan korban oleh sindikat kejahatan narkotika,” tegas Marthinus.
BNN saat ini terus memperluas pengawasan dan koordinasi dengan aparat kepolisian daerah untuk mengantisipasi penyebaran modus serupa di berbagai wilayah Indonesia













