Waspada! BMKG Prediksi Potensi Megatsunami di Pesisir Selatan Jawa, Ketinggian Bisa Capai 22 Meter

 

KLIKFAKTA38 – Jakarta, 28 Juni 2025 — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan serius terkait potensi terjadinya megatsunami di wilayah pesisir Selatan Jawa. Berdasarkan hasil pemodelan dan kajian seismik terbaru, BMKG memprediksi gelombang tsunami bisa mencapai ketinggian hingga 22 meter jika terjadi gempa megathrust di zona subduksi.

banner 325x300

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam konferensi pers di Jakarta menyampaikan bahwa potensi ini berkaitan dengan aktivitas tektonik di zona subduksi Sunda, yang membentang dari perairan barat Sumatra hingga selatan Jawa. “Hasil simulasi kami menunjukkan bahwa apabila terjadi gempa berkekuatan magnitudo di atas 8,5, maka tsunami besar berpotensi melanda wilayah pesisir Selatan Jawa, terutama di daerah-daerah seperti Cilacap, Yogyakarta, Pacitan, hingga Banyuwangi,” ujarnya.

Dwikorita menegaskan, peringatan ini bukan untuk menimbulkan kepanikan, melainkan sebagai bentuk kesiapsiagaan dan mitigasi bencana. “Ini adalah potensi, bukan prediksi waktu. Masyarakat diminta tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan dan memahami jalur evakuasi di wilayah masing-masing,” tambahnya.

Menurut data pemodelan, gelombang tsunami setinggi 20–22 meter dapat mencapai daratan dalam waktu kurang dari 30 menit setelah gempa. Oleh karena itu, BMKG mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat sistem peringatan dini serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait tindakan tanggap darurat.

Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah berkoordinasi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur evakuasi seperti shelter, sirine, dan jalur penyelamatan.

Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi resmi dari BMKG dan tidak mudah terpancing kabar bohong atau hoaks yang beredar di media sosial.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Dengan informasi dan persiapan yang tepat, kita bisa mengurangi risiko korban jiwa jika bencana benar-benar terjadi,” tutup Dwikorita.

Penulis: Hengki RevandiEditor: Hengki Revandi, Tim Wartawan