AS dan Israel Disebut Selundupkan Narkotika dalam Bantuan Terigu untuk Warga Gaza

KLIKFAKTA38 – Gaza, 4 Juni 2025– Tuduhan mengejutkan muncul dari sejumlah sumber lokal di Gaza yang menyebut bahwa Amerika Serikat dan Israel diduga menyelundupkan pil narkotika ke dalam bantuan kemanusiaan berupa terigu yang dikirimkan ke wilayah Jalur Gaza. Informasi ini memicu kekhawatiran dan kecaman luas di tengah krisis kemanusiaan yang terus memburuk akibat blokade dan agresi militer berkepanjangan.

Menurut laporan pekan lalu oleh media lokal dan pernyataan aktivis kemanusiaan yang memantau distribusi bantuan di wilayah Gaza utara, ditemukan sejumlah karung terigu yang diduga telah disusupi pil-pil mencurigakan. Barang-barang ini berasal dari bantuan internasional yang dikoordinasikan melalui jalur pengiriman yang dikontrol ketat oleh militer Israel dan pihak ketiga, termasuk badan-badan asing.

banner 325x300

“Saat warga membuka beberapa karung terigu, mereka menemukan bungkusan kecil berisi pil berwarna putih yang tidak semestinya ada di dalam bahan pangan,” ungkap seorang relawan medis di Gaza yang meminta namanya dirahasiakan demi keamanan.

Sementara itu, otoritas de facto di Gaza telah mengamankan barang bukti dan melakukan investigasi laboratorium. Awal pekan ini, juru bicara Departemen Kesehatan Gaza menyatakan bahwa hasil uji awal mengindikasikan kandungan narkotika dalam pil-pil tersebut, namun belum merinci jenis zat yang dimaksud.

Pihak Amerika Serikat dan Israel hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tuduhan tersebut. Namun, laporan ini telah memicu gelombang kecaman dari organisasi hak asasi manusia dan badan kemanusiaan internasional yang menuntut penyelidikan independen atas dugaan pelanggaran kemanusiaan tersebut.

“Jika terbukti benar, ini adalah bentuk kejahatan kemanusiaan yang sangat serius dan tidak bisa ditoleransi. Menggunakan bantuan sebagai sarana penyelundupan obat terlarang adalah pelanggaran terhadap prinsip dasar kemanusiaan,” ujar juru bicara Human Rights Watch dalam keterangan tertulis.

Laporan yang muncul di tengah meningkatnya tekanan terhadap Israel dan sekutunya, menyusul tingginya angka korban jiwa dan kerusakan infrastruktur akibat agresi militer di Gaza yang telah berlangsung lebih dari sembilan bulan.

Masyarakat internasional didesak untuk mengusut dugaan ini secara transparan dan mendesak agar seluruh jalur bantuan kemanusiaan diawasi oleh lembaga-lembaga independen untuk memastikan bantuan tidak disalahgunakan atau membahayakan warga sipil.

Penulis: Hengki RevandiEditor: Hengki Revandi, Tim Wartawan