KLIKFAKTA38 – Tokyo, 30 Juli 2025 — Gelombang tsunami dilaporkan menghantam wilayah pesisir Jepang bagian utara setelah gempa bumi berkekuatan 8,7 skala Richter mengguncang kawasan timur Rusia, dekat Semenanjung Kamchatka, Rabu pagi waktu setempat.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengonfirmasi bahwa gelombang tsunami setinggi 1,5 hingga 3 meter mencapai wilayah Hokkaido dan sebagian garis pantai Prefektur Aomori sekitar pukul 10.15 waktu Jepang. Sirene peringatan dini sempat dibunyikan lebih dari satu jam sebelumnya, memberi waktu bagi warga untuk mengungsi ke dataran lebih tinggi.
Belum ada laporan resmi korban jiwa, namun sejumlah rumah dilaporkan rusak akibat terjangan air laut, dan beberapa kapal nelayan terbalik di pelabuhan Hakodate. Otoritas Jepang juga menghentikan sementara layanan kereta cepat Shinkansen di wilayah utara dan menutup bandara di Sapporo hingga situasi dinyatakan aman.
“Ini adalah tsunami terbesar sejak 2011, dan kami memperingatkan warga untuk tetap berada di zona evakuasi,” kata Juru Bicara Pemerintah Jepang, Hiroshi Tanaka, dalam konferensi pers darurat di Tokyo.
Gempa yang menjadi pemicu tsunami terjadi di kedalaman 32 kilometer di bawah dasar laut, sekitar 250 kilometer sebelah timur Semenanjung Kamchatka, Rusia. Badan Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat guncangan terasa hingga ke Kepulauan Kuril dan sebagian wilayah Sakhalin, namun belum ada laporan kerusakan besar dari wilayah Rusia.
Pemerintah Rusia telah mengeluarkan peringatan tsunami di kawasan pesisir Timur Jauh dan memerintahkan evakuasi penduduk di kota Petropavlovsk-Kamchatsky.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia (BNPB) menyatakan tidak ada potensi tsunami ke wilayah Indonesia, namun tetap mengawasi dampaknya terhadap pola arus laut di Samudra Pasifik.
Pemerintah Jepang kini memfokuskan upaya pada evakuasi warga, pemulihan listrik di wilayah terdampak, dan penilaian kerusakan infrastruktur. Lembaga Palang Merah dan tim SAR telah dikerahkan ke wilayah terdampak.













