Penjarahan dan Pembakaran Gedung Pecah Saat Aksi Demo di Depan Mako Brimob

KLIKFAKTA38 – Jakarta — Aksi demonstrasi di depan Markas Komando (Mako) Brimob, Jumat [29/8], berujung ricuh. Massa yang semula melakukan aksi orasi berubah anarkis dengan melakukan penjarahan di sejumlah fasilitas sekitar lokasi. Situasi semakin memanas ketika sebuah gedung di kawasan tersebut dibakar.

Pantauan di lapangan, ribuan demonstran yang berkumpul sejak pagi awalnya menyuarakan tuntutan secara damai. Namun, menjelang sore, suasana mulai tak terkendali. Sejumlah orang terlihat merusak pagar pembatas, memecahkan kaca bangunan, hingga menjarah barang-barang dari pertokoan di sekitar area.

banner 325x300

Sekitar pukul 17.30 WIB, api terlihat membubung tinggi dari salah satu gedung yang berada tak jauh dari Mako Brimob. Asap hitam pekat menutupi langit dan membuat warga sekitar panik. Petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan untuk menjinakkan api, sementara aparat kepolisian menambah pasukan guna membubarkan massa.

Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit menegaskan bahwa tindakan anarkis dan penjarahan tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apapun. “Kami menghormati kebebasan menyampaikan pendapat. Namun, jika sudah mengarah pada perusakan dan pembakaran, itu adalah tindak pidana yang akan kami proses secara hukum,” ujarnya dalam konferensi pers.

Hingga malam ini, polisi mengamankan puluhan orang yang diduga sebagai provokator dalam aksi tersebut. Situasi di sekitar Mako Brimob masih dijaga ketat dengan barikade aparat. Arus lalu lintas di Jalan Raya Depok–Kelapa Dua pun dialihkan untuk mencegah kerumunan baru.

Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa, namun sejumlah demonstran dan aparat dikabarkan mengalami luka akibat lemparan batu serta gas air mata yang digunakan untuk mengurai massa.

Penulis: Abduh Hanif MREditor: Hengki Revandi