Pasca-Gempa M 7,6, BMKG Catat 484 Gempa Susulan Guncang Sulut-Malut hingga Siang Ini

KLIKFAKTA38 – Bitung – Rangkaian gempa bumi susulan (aftershock) terus membayangi wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut) pascagempa tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 7,6 yang terjadi pada Kamis (2/4) pagi. Hingga Jumat (3/4/2026) siang pukul 11.55 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi sebanyak 484 kali gempa susulan.

‎Analisis Gempa Susulan

banner 325x300

‎Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menyatakan bahwa rentetan gempa ini merupakan proses pelepasan energi yang lazim terjadi setelah gempa utama yang besar.

‎Magnitudo Terbesar: M 5,8

‎Magnitudo Terkecil: M 1,7

‎Penyebab: Aktivitas deformasi kerak bumi dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault) di kedalaman dangkal.

‎”Gempa bumi ini merupakan rangkaian susulan dari gempa M 7,6 di Pulau Batang Dua. Hingga saat ini, hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa-gempa susulan tersebut tidak berpotensi tsunami,” jelas Rahmat dalam keterangan resminya.

Baca juga: Dugaan Penipuan Rp2,4 Triliun PT DSI: Dude Harlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim

‎Update Dampak Kerusakan dan Korban

‎Berdasarkan data kaji cepat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Jumat siang, dampak kerusakan fisik maupun korban jiwa dilaporkan terus terdata:

‎Korban Jiwa: 1 orang dilaporkan meninggal dunia di Kota Manado akibat tertimpa reruntuhan bangunan (GOR KONI Sario), dan 2 orang lainnya mengalami luka-luka di Kabupaten Minahasa.

‎Kerusakan Bangunan: Total sekitar 190 rumah rusak yang tersebar di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

‎Di Sulawesi Utara, kerusakan juga mencakup 1 hotel, 5 perkantoran, dan beberapa fasilitas umum.

‎Di Maluku Utara, kerusakan rumah dilaporkan terjadi di Halmahera Tengah, Halmahera Barat, dan Kota Tidore Kepulauan.

Penulis: Yuyun IriyantiEditor: Hengki Revandi