KLIKFAKTA38 – Bandung, 23 Oktober 2025 — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa jumlah dana yang mengendap di kas Pemerintah Provinsi Jawa Barat jauh lebih kecil dari angka yang beredar sebelumnya. Menurutnya, total dana yang belum terserap hingga akhir triwulan III tahun 2025 hanya sekitar Rp2,6 triliun.
“Kami sudah lakukan audit internal dan sinkronisasi dengan laporan BPKAD. Angka riilnya tidak besar, hanya Rp2,6 triliun, bukan belasan triliun seperti yang diberitakan,” ujar Dedi di Gedung Sate, Bandung, Kamis [23/10].
Dedi menjelaskan, sebagian dana tersebut masih dalam proses administrasi penyaluran ke kabupaten dan kota, termasuk proyek pembangunan infrastruktur serta program bantuan sosial yang baru akan dicairkan pada akhir Oktober
Ia juga meminta publik tidak termakan isu yang menyebut Pemprov Jabar lambat dalam penyerapan anggaran. “Serapan anggaran kita sudah di atas 82 persen, salah satu yang tertinggi di Indonesia,” tegasnya.
Sebelumnya, sejumlah laporan menyebutkan bahwa terdapat dana mengendap hingga puluhan triliun di berbagai kas daerah di Indonesia. Pemerintah pusat bahkan meminta kepala daerah mempercepat realisasi anggaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dedi memastikan, Pemprov Jabar berkomitmen menjaga transparansi pengelolaan keuangan daerah dan memastikan setiap anggaran digunakan untuk kepentingan masyarakat














