KLIKFAKTA38 – Pada Sabtu, 25 Oktober 2025 sekitar pukul 11.56 WIB, wilayah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, diguncang gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5,0, yang kemudian diperbarui menjadi 4,9 oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Episenter gempa terletak di koordinat sekitar 4,43° LU, 96,51° BT, atau di darat wilayah Nagan Raya, dengan kedalaman hiposenter sekitar 10 km.
BMKG mengonfirmasi bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami karena mekanisme dan kedalamannya.
Penyebab / Mekanisme Gempa
Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip) dan terjadi akibat adanya aktivitas Sesar Besar Sumatera—segmen Aceh Selatan.
Karakteristik penting:
Kedalaman dangkal (≈ 10 km) → getaran terasa cukup jelas.
Mekanisme geser → mengindikasikan pergeseran horizontal antar blok kerak bumi di zona sesar.
Lokasi darat, sehingga potensi tsunami menjadi sangat kecil.
Efek dan Dirasakan di Lapangan
BMKG melaporkan bahwa gempa ini dirasakan di beberapa wilayah dengan skala intensitas sebagai berikut:
Di Nagan Raya, Aceh Utara, dan Aceh Selatan: sekitar III MMI — getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk besar melintas.
Di Bener Meriah dan Aceh Tengah: sekitar II–III MMI — getaran masih terasa, namun lebih ringan.
Hingga saat siang kejadian, belum ada laporan kerusakan signifikan atau korban jiwa yang masuk.
Imbauan untuk Masyarakat
Meski gempa ini tidak besar dan belum menimbulkan kerusakan, masyarakat di wilayah Aceh terutama di segmen sesar tetap diimbau untuk waspada terhadap gempa susulan.
Pastikan bangunan yang retak akibat gempa diperiksa segera. BMKG mengingatkan masyarakat untuk memperoleh informasi hanya dari kanal resmi.
Kenali rute evakuasi dan daerah aman, walaupun potensi tsunami rendah — karena gempa dangkal bisa menimbulkan efek lokal cukup kuat.
Kesimpulan
Gempa bumi magnitudo 5,0 di Nagan Raya, Aceh, merupakan gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Besar Sumatera segmen Aceh Selatan. Getarannya terasa nyata di rumah-rumah, namun hingga kini belum menunjukkan kerusakan signifikan ataupun potensi tsunami. Meski demikian, pemahaman tentang sesar aktif di wilayah Sumatera tetap penting sebagai bagian dari mitigasi bencana jangka panjang.














