KLIKFAKTA38 – Jakarta, 1 Januari 2026 — Aktivitas donasi yang melibatkan pegiat media sosial Ferry Irwandi menjadi sorotan warganet setelah beredarnya surat terbuka dari sejumlah netizen yang mempertanyakan adanya perbedaan signifikan antara anggaran donasi yang dihimpun dan realisasi penyalurannya.
Surat yang beredar luas di berbagai platform media sosial itu menyoroti rincian penggunaan dana donasi, yang dinilai tidak sebanding dengan total dana yang diklaim terkumpul. Netizen meminta adanya penjelasan terbuka dan transparan terkait alur pengelolaan dana, mulai dari penghimpunan hingga distribusi kepada penerima manfaat.
Dalam surat tersebut, warganet tidak secara langsung menuding adanya penyimpangan, namun menekankan pentingnya akuntabilitas publik, mengingat donasi dihimpun dari masyarakat luas. Mereka menilai keterbukaan laporan keuangan menjadi hal krusial untuk menjaga kepercayaan publik terhadap gerakan sosial berbasis donasi.
Isu ini kemudian memicu perbincangan luas di ruang digital. Sejumlah pengguna media sosial menyuarakan dukungan terhadap permintaan transparansi, sementara lainnya mengingatkan agar publik tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan tertulis resmi dari Ferry Irwandi terkait surat terbuka tersebut. Namun, beberapa pihak yang mengaku dekat dengan kegiatan sosial tersebut menyebutkan bahwa perbedaan anggaran dan realisasi bisa terjadi akibat faktor teknis di lapangan, termasuk perubahan kebutuhan penerima bantuan.
Pengamat komunikasi publik menilai polemik ini menjadi pengingat pentingnya pengelolaan donasi secara profesional. Menurutnya, figur publik yang terlibat dalam penggalangan dana memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan laporan secara periodik dan mudah diakses oleh publik.
Kasus ini menambah daftar panjang sorotan publik terhadap pengelolaan donasi berbasis media sosial, yang kian marak dalam beberapa tahun terakhir. Publik pun menanti klarifikasi resmi guna memastikan dana yang dihimpun benar-benar tersalurkan sesuai tujuan awal.














