KRL Bogor–Jakarta Kota Anjlok, Penumpang Dievakuasi dan Operasional Terganggu

KLIKFAKTA38 – Jakarta, 5 Agustus 2025, sekitar pukul 07.17 WIB – Rangkaian KRL Commuter Line nomor 1189 relasi Bogor–Jakarta Kota mengalami insiden anjlok saat hendak masuk ke Stasiun Jakarta Kota. Beruntung, tidak ada penumpang maupun petugas yang terluka dalam kejadian ini.

Evakuasi dan Rekayasa Operasional

banner 325x300

PT KAI Commuter dengan tanggap mengevakuasi seluruh penumpang secara aman dan segera melakukan perbaikan serta pemeriksaan fasilitas dan infrastruktur terkait.

Dalam upaya menjaga kelancaran layanan, rekayasa pola operasi diterapkan: perjalanan KRL dari Bogor hanya dilayani hingga Stasiun Manggarai, dan beberapa bahkan hanya sampai Jayakarta atau Gondangdia sebelum kembali ke Bogor .

Kepanikan dan Penumpang Terlantar

Insiden ini memicu kepanikan dan antrian panjang di sejumlah stasiun. Stasiun Manggarai ramai hingga situasi sempat chaos, dengan banyak penumpang duduk di lantai peron dan antre secara tak teratur .

Di Stasiun Bojong Gede, kereta langsung padat sesaat tiba, sehingga beberapa penumpang memilih turun di Stasiun Lenteng Agung karena kondisi gerbong yang tak tertahankan.

Normalisasi Layanan

Evakuasi rampung sekitar pukul 09.57 WIB dan jalur sempat kembali bisa dilintasi meski dengan kecepatan terbatas

Hingga pukul 11.54 WIB, rute antara Jakarta Kota dan Depok telah kembali dilalui KRL reguler, seperti Commuter Line 1244.

Pernyataan Resmi KAI Commuter

Joni Martinus, VP Corporate Secretary KAI Commuter, menyatakan bahwa “keselamatan penumpang adalah prioritas utama” dan memastikan evakuasi dilakukan dengan aman, serta investigasi tengah dilakukan untuk mencari penyebab insiden

KAI juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pengguna lain.

Kesimpulan:

Insiden anjloknya KRL No. 1189 relasi Bogor–Jakarta Kota menimbulkan gangguan signifikan di pagi hari, mengguncang sistem transportasi komuter Jabodetabek. Evakuasi cepat dan rekayasa operasional membantu mengurangi dampak, dan proses normalisasi layanan pun segera dilakukan.

 

Penulis: Hengki RevandiEditor: Hengki Revandi, Tim Wartawan