KLIKFAKTA38 – Jakarta, 28 November 2026, Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan seluruh jajaran pemerintah untuk bergerak cepat menangani bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dalam beberapa hari terakhir. Instruksi itu disampaikan setelah laporan intensif mengenai tingginya curah hujan, meluapnya sungai, serta kerusakan infrastruktur yang menghambat distribusi bantuan di beberapa provinsi.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama. Ia meminta BNPB, Kementerian PUPR, TNI-Polri, dan pemerintah daerah untuk melakukan langkah darurat mulai dari evakuasi, penyediaan pos pengungsian, hingga percepatan pendistribusian bantuan logistik. Presiden juga menekankan perlunya koordinasi lintas lembaga agar respon di lapangan tidak terhambat birokrasi.
Selain penanganan darurat, Prabowo menyoroti pentingnya pembenahan infrastruktur yang dianggap menjadi salah satu faktor penghambat mitigasi bencana. Ia menginstruksikan Kementerian PUPR untuk segera melakukan assesment terhadap kondisi tanggul, drainase, jembatan, hingga akses jalan yang terputus akibat banjir. “Perbaikan harus dimulai segera. Jangan menunggu waktu panjang, karena dampaknya sangat dirasakan masyarakat,” ujarnya dalam rapat terbatas.
Pemerintah pusat juga diminta untuk memperkuat sistem peringatan dini serta mempercepat proyek-proyek pengendalian banjir di kawasan rawan. Presiden menekankan bahwa pembangunan infrastruktur ke depan harus mengutamakan ketahanan terhadap cuaca ekstrem, mengingat intensitas hujan yang semakin tidak terprediksi akibat perubahan iklim.
Hingga kini, tim gabungan terus melakukan upaya evakuasi dan distribusi bantuan. Pemerintah memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak menjadi perhatian penuh, sementara proses pemulihan akan dilakukan secara bertahap dengan pendampingan langsung dari kementerian terkait. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk hadir cepat dan efektif di tengah masyarakat yang terdampak bencana














