KLIKFAKTA38 – Jakarta – Universitas Indonesia (UI) menyampaikan permohonan maaf secara terbuka terkait kekhilafan dalam mengundang akademisi asing yang dikenal pro-Israel, Prof. David Berkowitz, dalam sebuah forum akademik pekan lalu.
Undangan tersebut memicu kritik dari sejumlah mahasiswa, alumni, hingga publik luas yang menilai langkah UI tidak sejalan dengan komitmen Indonesia yang konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina dan menolak segala bentuk normalisasi dengan Israel.
Rektor UI, melalui siaran pers resmi, menegaskan bahwa kehadiran Berkowitz tidak dimaksudkan sebagai sikap politik institusi, melainkan bagian dari agenda akademik yang bersifat terbuka. Namun, pihak kampus mengakui adanya kelalaian dalam melakukan verifikasi latar belakang narasumber.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas ketidaknyamanan yang timbul. UI tetap berpegang teguh pada prinsip politik luar negeri Indonesia yang mendukung kemerdekaan Palestina,” bunyi pernyataan resmi tersebut, Sabtu [22/8].
Sementara itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI sebelumnya mendesak pihak rektorat memberikan klarifikasi, menyebut undangan terhadap tokoh pro-Israel dapat merusak reputasi kampus sekaligus melukai solidaritas mahasiswa terhadap perjuangan Palestina.
Pakar hubungan internasional dari UI, Dr. Nur Aini, menilai peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi perguruan tinggi agar lebih selektif dalam menentukan narasumber, terutama di tengah sensitivitas isu geopolitik global.
Hingga kini, UI memastikan akan mengevaluasi prosedur akademik serta memperketat mekanisme undangan bagi pembicara internasional














