logo
logo-tv
Cari
Berita Utama Pendidikan Artikel Hukrim Politik Wisata & Budaya Olahraga Kesehatan Khazanah Opini Video Photo
Berita Utama
34 Prajurit TNI Dikerahkan untuk Evakuasi WNI dari Iran dan Israel
Hengki Revandi, S.E
Sabtu, 21 Juni 2025 | 08:11 WIB
34 Prajurit TNI Dikerahkan untuk Evakuasi WNI dari Iran dan Israel
34 Prajurit TNI Dikerahkan untuk Evakuasi WNI dari Iran dan Israel
#innahu min Sulaiman wainnahu bismillahir rohmanir rohim#
KLIKFAKTA38 – Jakarta, 20 Juni 2025 — Sebanyak 34 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dikerahkan untuk menjalankan misi evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari wilayah konflik di Iran dan Israel. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik dan eskalasi militer di kawasan Timur Tengah yang mengancam keselamatan warga sipil, termasuk WNI.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyatakan bahwa pasukan yang ditugaskan berasal dari satuan elite gabungan TNI AD, AL, dan AU, serta telah melalui pelatihan evakuasi non-tempur dan diplomasi darurat. Misi ini digelar atas koordinasi langsung dengan Kementerian Luar Negeri RI dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran serta Tel Aviv.
“Ke-34 prajurit sudah berada dalam status siaga penuh dan akan diberangkatkan segera setelah jalur aman dipastikan. Prioritas utama adalah keselamatan seluruh WNI yang masih berada di zona merah,” ujar Jenderal Agus dalam konferensi pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jumat pagi.
Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa pemerintah telah memantau situasi secara intensif sejak awal Juni. “Saat ini tercatat 123 WNI di Iran dan 87 WNI di Israel. Sebagian besar adalah pelajar, pekerja migran, serta staf diplomatik. Kami telah mengirimkan peringatan dini dan memfasilitasi relokasi ke tempat aman,” kata Menlu Sugiono.
Proses evakuasi akan melibatkan kerja sama dengan negara-negara sahabat dan lembaga internasional. Sementara itu, pemerintah menyiapkan skenario darurat termasuk penempatan sementara para WNI di negara ketiga sebelum pemulangan ke Tanah Air.
Langkah yang menandai respons cepat Indonesia dalam melindungi warganya di luar negeri, di tengah konflik regional yang terus berkembang. TNI dan Kemlu menegaskan bahwa keselamatan WNI adalah prioritas utama dan operasi ini akan dilakukan secepat, seaman, dan seefisien mungkin.













