Menu ✖

Otomatis
FAKTA TERKINI

Fakta Utama

Komnas HAM: Pemberian Gelar Pahlawan untuk Soeharto Cederai Fakta Sejarah

badge-check

Komnas HAM: Pemberian Gelar Pahlawan untuk Soeharto Cederai Fakta Sejarah Perbesar

KLIKFAKTA38 – Jakarta — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden kedua RI, Soeharto, merupakan langkah yang mencederai fakta sejarah dan perjuangan kemanusiaan di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan menanggapi keputusan pemerintah yang menetapkan Soeharto sebagai salah satu penerima gelar pahlawan nasional tahun 2025.

Komisioner Komnas HAM, Anis Hidayah, menegaskan bahwa Soeharto memiliki rekam jejak panjang terkait pelanggaran HAM berat yang hingga kini belum pernah diselesaikan secara hukum. “Kita tidak bisa menutup mata terhadap peristiwa 1965, penculikan aktivis, hingga tragedi Mei 1998 yang terjadi di bawah kekuasaan Orde Baru. Memberikan gelar pahlawan pada sosok yang terlibat dalam rentetan pelanggaran itu sama saja menghapus memori korban,” ujarnya di Jakarta, Rabu [12/11].

Menurut Komnas HAM, pengakuan negara melalui gelar kepahlawanan seharusnya diberikan kepada tokoh-tokoh yang konsisten memperjuangkan nilai kemanusiaan, keadilan, dan demokrasi. “Gelar pahlawan bukan hanya soal jasa pembangunan ekonomi, tetapi juga soal moralitas dan keberpihakan pada rakyat. Dalam konteks ini, Soeharto tidak memenuhi kriteria itu,” tambahnya.

Komnas HAM juga mengingatkan pemerintah agar lebih sensitif terhadap aspirasi korban pelanggaran HAM dan keluarga mereka. Lembaga tersebut menilai keputusan ini berpotensi menimbulkan luka baru bagi para penyintas. “Negara semestinya fokus pada penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu, bukan justru memberi penghargaan pada sosok yang diduga kuat menjadi bagian dari masalah,” tegas Anis.

Sejumlah kalangan masyarakat sipil dan aktivis juga mendukung sikap Komnas HAM ini. Mereka menilai keputusan penganugerahan gelar pahlawan kepada Soeharto bukan hanya kontroversial, tetapi juga berbahaya bagi ingatan sejarah bangsa. “Kita harus berani jujur pada sejarah. Menghormati korban sama pentingnya dengan menghargai pahlawan,” ujar salah satu aktivis HAM dalam pernyataan bersama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kebakaran Hutan di Gunung Sumbing, 152 Pendaki Berhasil Dievakuasi Selamat

21 Okt 2026 - 04:38 WIB

Kebakaran Hutan di Gunung Sumbing, 152 Pendaki Berhasil Dievakuasi Selamat

POLDA JABAR BONGKAR PABRIK OBAT ILEGAL DI BANDUNG, MAMPUS PRODUKSI 8 JUTA BUTIR PER HARI

21 Okt 2026 - 04:32 WIB

POLDA JABAR BONGKAR PABRIK OBAT ILEGAL DI BANDUNG, MAMPUS PRODUKSI 8 JUTA BUTIR PER HARI

Peringati Dua Tahun Pemerintahan, Aksi Demo Mahasiswa di Gedung DPRD DIY Berlangsung Hingga Malam Berujung Ricuh

21 Okt 2026 - 04:29 WIB

Peringati Dua Tahun Pemerintahan, Aksi Demo Mahasiswa di Gedung DPRD DIY Berlangsung Hingga Malam Berujung Ricuh

Exit Meeting BPK, Pemkab Deli Serdang Siap Tindak Lanjuti Catatan Pemeriksaan

20 Okt 2026 - 18:16 WIB

Exit Meeting BPK, Pemkab Deli Serdang Siap Tindak Lanjuti Catatan Pemeriksaan

BPOM Bongkar Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto, Barang Bukti Tembus Rp 16,1 Miliar

20 Okt 2026 - 03:04 WIB

BPOM Bongkar Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto, Barang Bukti Tembus Rp 16,1 Miliar
Trending di Fakta Utama