KLIKFAKTA38 – Jakarta, 9 Mei 2025 — Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mendorong seluruh lembaga penyiaran di Indonesia untuk menayangkan konten yang menampilkan citra positif kepolisian secara realistis dan edukatif.
Pernyataan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri, sekaligus mendorong peran media dalam membangun narasi yang seimbang dan konstruktif.
Ketua KPI Pusat, Ubaidillah, menegaskan bahwa media memiliki tanggung jawab sosial untuk menyampaikan informasi yang tidak hanya akurat, tetapi juga memberi inspirasi dan pendidikan kepada masyarakat.
“Kami tidak meminta media untuk menutupi kritik atau masalah yang ada, tetapi untuk lebih menonjolkan sisi-sisi positif kinerja polisi yang nyata, seperti pelayanan publik, penyelamatan warga, hingga penegakan hukum yang humanis,” ujar Ubaidillah dalam konferensi pers di Kantor KPI, Jakarta.
KPI menilai masih banyak tayangan yang menggambarkan polisi secara stereotipikal atau sekadar sebagai aparat penindak, tanpa memperlihatkan aspek kemanusiaan dan peran sosial mereka di masyarakat.
Oleh sebab itu, KPI mendorong produser program berita, sinetron, maupun dokumenter untuk menggali kisah-kisah inspiratif dari institusi kepolisian.
Selain itu, KPI juga menyatakan akan memperkuat pengawasan terhadap tayangan yang berpotensi menimbulkan persepsi negatif terhadap aparat tanpa dasar fakta yang memadai.
KPI mengajak insan media untuk berkolaborasi dengan kepolisian dan komunitas sipil guna menciptakan ekosistem penyiaran yang lebih edukatif dan mendorong semangat kebangsaan.
Langkah ini mendapat dukungan dari beberapa tokoh masyarakat dan pengamat media, yang menilai bahwa pemberitaan yang adil dan mendidik tentang institusi negara penting untuk menjaga kohesi sosial di tengah derasnya arus informasi. digital.











