Klik Fakta38 – Siapa sangka tanaman liar yang kerap tumbuh di pekarangan dan ladang ini menyimpan sejuta manfaat? Ceplukan (Physalis angulata), yang dikenal juga sebagai ciplukan, bukan sekadar tanaman biasa. Dalam dunia pengobatan tradisional, ceplukan sudah lama digunakan sebagai alternatif penyembuhan berbagai penyakit berkat kandungan zat aktifnya yang menyehatkan.
Ceplukan dikenal masyarakat sebagai obat tradisional untuk menurunkan kadar gula darah, meredakan peradangan, bahkan memperkuat daya tahan tubuh. Bagian yang paling sering dimanfaatkan adalah buahnya yang dibungkus kelopak menyerupai lentera, namun daun dan akarnya pun tak kalah berkhasiat.
Kini buah ceplukan banyak diburu karena harganya selangit. Di Brunei sebijinya bisa dihargai Rp10 ribu. Sementara di mal di kota besar di Jakarta sekilonya mencapai Rp 500 ribu. Di Indonesia ceplukan ini bisa dijumpai di banyak daerah. Tanaman ini tumbuh liar di lahan kosong, pekarangan rumah, atau tempat lain yang tanahnya tidak becek, baik di dataran rendah maupun tinggi.
Khasiat tanaman herbal ceplukan sebagai obat tradisional:
1. Diabetes Mellitus
Ambil pohon ceplukan yang sudah berbuah cabut sampai akarnya, cuci bersih, layukan, setelah layu rebus dengan 3 gelas air hingga airnya tinggal1 gelas, saring dan diminum 1 x sehari.
2. Sakit paru-paru, batuk rejan (pertusis), bronchitis (radang saluran napas), gondongan (paroritis), pembengkakan buah pelir (orchitis).
Ambillah pohon ceplukan lengkap dari pohon, buah, daun, batang dan akarnya, cuci bersih, rebus dengan 3 – 5 gelas air hingga mendidih, saring, minum 3 x sehari 1 gelas.
Kini, di tengah tren kembali ke alam dan meningkatnya minat terhadap produk herbal, ceplukan menjadi primadona baru. Tak hanya murah dan mudah ditemukan, tanaman ini juga mencerminkan kearifan lokal dalam menjaga kesehatan secara alami.
Sumber ( https://www.instagram.com – Akun: seputar.kesehatan)













