KLIKFAKTA38 – Jakarta, 21 Mei 2025 – Pemerintah Indonesia semakin menggenjot program hilirisasi sebagai strategi utama menghadapi persaingan global yang kian ketat. Hilirisasi, yakni proses pengolahan bahan mentah menjadi produk bernilai tambah, dianggap kunci agar Indonesia tidak hanya menjadi negara pengekspor bahan mentah tetapi juga produsen produk jadi yang berdaya saing internasional.
Menteri Perindustrian Agus Santoso mengatakan, “Dalam era persaingan global yang semakin dinamis, mengandalkan ekspor bahan mentah saja tidak cukup. Hilirisasi akan meningkatkan nilai tambah, membuka lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
”Data Kementerian Perindustrian menunjukkan, sektor hilirisasi logam, seperti nikel dan bauksit, hingga sekarang terus berkembang pesat. Proyek smelter besar-besaran juga terus dibangun untuk mendukung pengolahan bahan mentah di dalam negeri.
Selain itu, hilirisasi juga diterapkan pada sektor lain seperti minyak sawit, karet, dan tekstil.Para pelaku industri menyambut baik kebijakan ini karena dapat memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global. Direktur PT IndoMineral, Rina Pratiwi, menyatakan, “Dengan hilirisasi, kita bisa menghasilkan produk bernilai tinggi yang mampu bersaing dengan produk impor sekaligus meningkatkan ekspor produk olahan.”
Tetapi, tantangan masih ada, seperti kebutuhan investasi besar, teknologi pengolahan yang canggih, dan pengembangan sumber daya manusia. Pemerintah pun menggandeng pihak swasta dan lembaga internasional untuk mempercepat transformasi industri hilir.
Seiring dengan hilirisasi yang semakin diperkuat, Indonesia diharapkan mampumenjadi pusat produksi dan eksportir produk bernilai tinggi di kawasan Asia Tenggara. Ini menjadi langkah strategis agar ekonomi nasional tetap kuat dan berdaya tahan di tengah ketidakpastian ekonomi global.













