KLIKFAKTA38 – Rabu 21 Meni 2025, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan bahwa tingginya harga lahan dan praktik premanisme menjadi dua faktor utama yang menghambat masuknya investasi ke Indonesia.
Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM, Dedi Latip, menyatakan bahwa investor merasa terintimidasi oleh aksi premanisme, seperti pungutan liar dan intimidasi dari oknum organisasi masyarakat (ormas), yang membuat mereka enggan berinvestasi di Indonesia,[ 20/5
Selain itu, harga lahan yang lebih tinggi dibandingkan negara-negara ASEAN juga menjadi kendala. Edy Putra Irawady, Deputi Bidang Pengendalian Penanaman Modal BKPM, menambahkan bahwa harga lahan di Indonesia relatif lebih mahal, baik untuk industri maupun investasi secara umum, dibandingkan dengan negara-negara tetangga .
Untuk mengatasi masalah ini, BKPM berencana menerapkan sistem perizinan fiktif positif, di mana izin usaha otomatis terbit jika kementerian teknis tidak menerbitkan izin sesuai tenggat waktu yang disepakati.
Selain itu, BKPM juga akan menyempurnakan sistem Online Single Submission (OSS) untuk mempermudah proses perizinan berusaha secara terintegrasi secara elektronik .
Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif dan menanggulangi segala bentuk gangguan yang dapat menghambat masuknya investasi ke Indonesia.













